Pihaknya juga sedang melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi diantaranya istri korban Sutiani (50). Menurut penuturan Sutiani, ada sekitar 10 pelaku yang terlibat dalam aksi itu.
Beberapa diantaranya mengenakan topeng. Sutiani juga sempat mengalami luka-luka saat aksi penganiayaan itu, namun kondisinya kini sudah baikan dan dalam rawat jalan. "Untuk sementara ini, kami belum mengantongi identitas pelaku," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Tohari yang berusia 72 tahun dan tinggal di Kilometer 45 Desa Selerong, Kecamatan Sebulu ditikam di bagian dada setelah melawan komplotan perampok bertopeng yang mendobrak masuk rumahnya sekitar pukul 22.00 Wita. Sebelum beraksi, para perampok bertopeng mematikan listrik atau lampu rumah.
Dari luar rumah, komplotan perampok ini meminta diberikan kunci sarang burung walet. Namun, istri korban menjawab tidak memegang kunci.
Para pelaku mendobrak masuk dan menikam korban yang sempat memberikan perlawanan. Tohari tewas penuh luka di rumah yang ditinggalinya bersama istri dan dua anaknya. Dari lokasi kejadian polisi menemukan alat bukti linggis, dua pasang sandal jepit, dan lakban. (*)
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur