Satu bangunan kios tiga pintu, satu bangunan ruko dan satu rumah tunggal ludes dilalap si jago merah.
Junaedi, saksi mata di lokasi kejadian menceritakan, dirinya terbangun karena sakit perut kemudian meminta istrinya mengambilkan obat.
“Saya ke kamar kecil untuk buang air besar, saat itu saya melihat asap hitam. Ternyata dari kios milik saya yang ada di depan rumah,” papar Junaedi.
Junaedi langsung keluar menyelamatkan diri. Posisi rumahnya yang berada di belakang kios membuatnya sedikit sulit untuk keluar dari kepungan api, beruntung ia beserta istri dan kedua anaknya selamat dengan nekat menaiki atap rumah lalu memanjat melalui bangunan ruko sebelah kanan kios sebelum api berkobar lebih besar.
"Posisi saya dalam rumah, turun lewat ruko sebelah rumah dengan cara memanjat dari atap kios dan menyebrang ke ruko, turun dari sela-sela pagar kanopi ruko," jelas Junaedi.
Selain dua kios dan satu rumah milik Junaedi, disebelah kanan kios juga terdapat satu bangunan ruko berlantai tiga yang juga tak luput dari amukan sijago merah, terlihat dari baliho yang terpasang ruko tersebut menjual berbagai alat rumah tangga.
Saat kejadian ruko tersebut diketahui dalam keadaan kosong.
"Jadi posisi rumah dibelakang kios tiga pintu dua kios milik saya, satu kios paling kiri jual plastik itu punya orang loa buah saya jual ke dia, nah tengah itu akses jalan menuju rumah saya dibelakang, yang satu lagi jual seragam sekolah itu menyewa sama saya," ucapnya.
Junaedi bercerita saat Maghrib lampu rumahnya berkedip tak tahu apa sebabnya, saat ditanya apakah sempat mencium aroma terbakar dirinya tak ada menemukan tanda tersebut, hanya mengecek kilometer listrik yang sempat membuat lampu rumahnya berkedip.
"Mulai maghrib lampu dirumah kedap-kedip, tapi tidak mati. Satu kilometer semua rumah dan kios," papar Junaedi
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda dibantu relawan serta unsur lainnya bahu membahu memadamkan kobaran api, sekitar kurang lebih satu setengah jam api pun dapat dijinakkan.
Kerugian pun diperkiraan mencapai ratusan juta rupiah harus dialami korban kebakaran. Saat ini penyebab pasti dari musibah kebakaran juga masih ditangani oleh pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur