Senin, 13/05/2024

Bis Rutin, Program UPTD Puskesmas Kuaro untuk Cegah Stunting dan Turunkan Wasting di Kabupaten Paser

Senin, 13/05/2024

Pelaksanaan Rembuk Stunting di Kecamatan Kuaro. (Foto: Dwi Cahyo/Korankaltim.com)

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Bis Rutin, Program UPTD Puskesmas Kuaro untuk Cegah Stunting dan Turunkan Wasting di Kabupaten Paser

Senin, 13/05/2024

logo

Pelaksanaan Rembuk Stunting di Kecamatan Kuaro. (Foto: Dwi Cahyo/Korankaltim.com)

Penulis: Dwi Cahyo

KORANKALTIM.COM, TANA PASER – Stunting saat ini jadi masalah yang sedang dalam tahap dientaskan alias dituntaskan oleh seluruh daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Paser.

Menindaklanjuti kegiatan Rembuk Stunting pada 26 Maret 2024 lalu di Paser, Kecamatan Kuaro juga melaksanakan hal yang sama pada Senin (13/5/2024) pagi tadi.

Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Puskesmas Kecamatan Kuaro menggagas acara ini yang kemudian memunculkan masalah lain yang harus diatasi terkait dengan tumbuh kembang anak, yaitu wasting.

Sejatinya stunting dan wasting merupakan dua masalah yang hampir sama yang harus diatasi. Kalau  stunting ditandai dengan kondisi perawakan pendek di bawah rata-rata tinggi normal anak maka wasting adalah gizi kurang atau gizi buruk Dimana proporsi berat badan anak terhadap tinggi badannya sangat kurang bahkan berada di bawah rentang angka normal.

Puskesmas Kuaro menegaskan permasalahan stunting dapat dicegah dengan menurunkan wasting, karena itulah mereka menggagas program Bersama Kita Cegah Stunting dengan Menurunkan Wasting (Bis Rutin).

"Program Bis Rutin merupakan permasalahan yang harus ditangai secara bersama-sama, karenanya melalui rembuk stunting hari ini kami berupaya mengajak masyarakat untuk turut serta dalam melaksanakan program Bis Rutin itu,” papar drg Vieell Sidhatut Thoharoni yang jadi pemateri pada kegiatan tersebut.

Program Bis Rutin sudah dilakukan analisis serta rencana lanjutan yang meliputi  tiga kegiatan yaitu Layanan Balita yang Tidak Datang Posyandu (Layang Pandu), Sweeping Rutin (Suwir) dan Produksi Makanan Lokal (Promak).

"Ketiga kegiatan ini telah dilaksanakan secara rutin dan bertahap, tentunya dalam kegiatan ink kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak," paparnya.

Terpisah, Sekretaris Camat Kuaro Eko Arisyandi menambahkan, rembuk stunting merupakan kegiatan rutin yang wajib dilaksanakan oleh pemerintah kecamatan sebagai bentuk komitmen seluruh stake holder.

"Pengentasan stunting menjadi tanggungjawab bersama, maka perlu komitmen seluruh pihak terkait, baik itu pemerintah desa, masyarakat, perangkat daerah di kecamatan, instansi vertikal yang ada di kecamatan agar dapat berkolaborasi secara sinergis dalam upaya mempercepat penurunan prevalensi stunting di wilayah kecamatan," papar Eko.

Diharapkan agenda rembuk stunting tersebut tidak hanya menjadi acara seremonial semata. "Momen ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan formalitas atau seremonial tetapi dari komitmen yang disepakati dapat dijadikan sebagai rujukan dalam upaya yang sudah dilakukan, sedang dilaksanakan maupun akan dikerjakan untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Kuaro," tutup Eko.

Editor: Aspian Nur

Bis Rutin, Program UPTD Puskesmas Kuaro untuk Cegah Stunting dan Turunkan Wasting di Kabupaten Paser

Senin, 13/05/2024

Pelaksanaan Rembuk Stunting di Kecamatan Kuaro. (Foto: Dwi Cahyo/Korankaltim.com)

Berita Terkait


Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.