Selasa, 30/01/2024
Selasa, 30/01/2024
Kamila Valieva, terancam hukuman empat tahun karena doping. (apphoto)
Selasa, 30/01/2024

Kamila Valieva, terancam hukuman empat tahun karena doping. (apphoto)
KORANKALTIM.COM - Atlet skating Rusia Kamila Valieva dijatuhi hukuman larangan bermain selama empat tahun karena doping setelah sebelumnya dinyatakan tidak bersalah.
Russian Anti-Doping Agency atau Investigasi Badan Anti-Doping Rusia (Rusada) menemukan remaja Wanita tersebut tidak memiliki kesalahan atau kelalaian atas kegagalan tes sebelum Olimpiade Musim Dingin 2022, dimana ia memenangkan medali emas beregu pada usia 15 tahun.
Namun Court of Arbitration for Sport (CAS) atau Pengadilan Arbitrase Olahraga telah menguatkan banding yang diajukan oleh World Anti-Doping Agency (Wada) atau Badan Anti-Doping Dunia. "Doping pada anak-anak tidak bisa dimaafkan," kata Wada sebagai tanggapan.
Berita tentang kegagalan tes Valieva baru muncul setelah ia membantu Rusia meraih emas beregu di Olimpiade Beijing. Larangan tersebut telah diundur menjadi 25 Desember 2021 - tanggal Valieva melakukan tes yang gagal - dan panel Cas juga telah memerintahkan diskualifikasi semua hasil kompetitif yang dicapai sejak tanggal tersebut.
Namun mereka mengatakan wewenang untuk mencabut medali emas Rusia tidak berada dalam cakupan prosedur arbitrase ini dan harus diperiksa oleh organisasi olahraga yang bersangkutan.
Badan pengatur International Skating Union menyambut baik keputusan CAS dan mengatakan akan menerbitkan pernyataan lengkap terkait implikasi dari keputusan tersebut besok.
CAS mengatakan Valieva yang kini berusia 17 tahun, tidak membantah adanya zat terlarang dan diminta untuk memutuskan sanksi apa yang harus dia hadapi.
"Valieva tidak dapat membuktikan, berdasarkan keseimbangan probabilitas dan berdasarkan bukti yang ada kalua dia tidak melakukan Anti-Doping Rule Violation (ADRV) atau Pelanggaran Peraturan Anti-Doping dengan sengaja," katanya dalam putusannya.
Valieva dinyatakan positif menggunakan obat jantung terlarang trimetazidine pada Desember 2021. Dia telah menjadi bintang global seketika sebagai skater wanita pertama yang melakukan lompatan empat kali lipat di Olimpiade Musim Dingin di Beijing China.
Rusia memenangkan emas di ajang seluncur indah beregu pada 7 Februari 2022, tetapi empat hari kemudian diumumkan Valieva gagal dalam tes narkoba sebelum Olimpiade. Sampel telah dikumpulkan pada 25 Desember di Kejuaraan Skating Rusia di Sankt Peterburg.
Valieva menerima larangan sementara, namun hal itu dicabut oleh pengadilan dan ia diizinkan untuk bertanding di nomor tunggal putri. Namun, penampilannya diwarnai dengan beberapa kali jatuh dan tersandung dan ia meninggalkan arena dengan air mata.
Investigasi Rusada kemudian membebaskannya dari doping dengan sengaja, tetapi Wada mengajukan banding atas temuan itu di CAS, pengadilan tertinggi olahraga.
CAS juga diminta untuk menentukan hasil akhir dari pertandingan emas beregu di Beijing Dimana Amerika Serikat yang meraih medali perak akan dianugerahi emas, dengan Jepang naik ke perak dan Kanada menerima perunggu setelah finis di posisi keempat dua tahun lalu.
"Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu selama dua tahun, karena ini adalah kemenangan yang signifikan tidak hanya bagi atlet Tim Amerika Serikat, tetapi juga bagi para atlet di seluruh dunia yang mempraktikkan permainan yang adil dan mengadvokasi olahraga yang bersih," ujar Sarah Hirshland, kepala eksekutif Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 30/01/2024
Kamila Valieva, terancam hukuman empat tahun karena doping. (apphoto)
TERPOPULER