Jumat, 19/06/2026

Pemain Qatar Patahkan Kaki Ismael Kone, Swiss dan Kanada Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 19/06/2026

Momen saat Ismael Kone mendapat perawatan setelah mengalami patah kaki dalam laga Kanada menghadapi Qatar pagi tadi. (Foto: Thesun)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Pemain Qatar Patahkan Kaki Ismael Kone, Swiss dan Kanada Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 19/06/2026

logo

Momen saat Ismael Kone mendapat perawatan setelah mengalami patah kaki dalam laga Kanada menghadapi Qatar pagi tadi. (Foto: Thesun)

KORANKALTIM.COM - Permainan keras menjurus kasar yang diperlihatkan Qatar di BC Place Vancouver, Kanada, membuat wakil Asia itu harus menanggung malu karena kalah setengah lusin gol dari tuan rumah dilaga Grup B Piala Dunia 2026 Jumat (19/6/2026) pagi tadi.

Dua kartu merah untuk Homam Ahmed menit 33 dan Assim Madibo menit 53 membuktikan bagaimana permainan Qatar di laga. Yang paling nyata adalah tekel keras Madibo kepada Ismael Kone, pemain Liga Inggris Watford yang patah kaki kanan akibat ditekel dari belakang oleh Madibo.

Kanada meraih kemenangan bersejarah 6-0 atas Qatar di lag aini, kemenangan pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia. Tim yang dilatih oleh Jesse Marsch ini mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir, dengan Jonathan David sebagai bintangnya, mencetak hat-trick dengan gol pada menit ke-29, 45 dan 90+2. Cyle Larin membuka skor pada menit ke-16 dari tendangan sudut, sementara Nathan Saliba , Jacob Shaffelburg dan gol bunuh diri Mohamed Mannai melengkapi kemenangan telak di babak kedua.

Pada menit ke-32, wasit meninjau pelanggaran yang dilakukan Homam Ahmed terhadap Tajon Buchanan menggunakan VAR , dan memutuskan bahwa pelanggaran terjadi di luar kotak penalti, sehingga kartu kuning yang awalnya diberikan diubah menjadi kartu merah. Pada menit ke-51, Assim Madibo menerima kartu merah kedua setelah melakukan tekel yang membuat kaki Ismaël Koné patah.

Dengan Kanada setelah berhasil megnalahkan  Bosnia dan Herzegovina 4-1 dalam pertandingan kedua mereka di Grup B yang dimainkan di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat.

Setelah bermain tanpa gol dibabak pertama, Swiss mencetak empat gol melalui brace Johan Manzambi meit 74 dan 90, Ruben Vargas menit 84 serta penalti Granit Xhaka menit 90+7. Bosnia hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Ermin Mahmic jelang akhir pertandingan dan harus bermain dengan 10 orang sejak menit 80 karena kartu merah untuk Tarik Muharemovic.

Satu kaki Swiss dan Kanada kini sudah berada di fase 32 Besar. Dengan satu laga tersisa pada 25 Juni pekan depan yang dimainkan secara bersamaan, hanya keajaiban yang bisa menggagalkan kelolosan Kanada dan Swiss ke fase kedua. Dengan Qatar dan Bosnia saling berhadapan dilaga akhir, diperlukan selisih gol cukup besar bagi keduanya untuk menggeser dua tim teratas yang cukup bermain imbang untuk memastikan langkah ke babak sistem gugur.

Pelatih Swiss Murat Yakin memuji dampak yang diberikan pemain pengganti atas kemenangan timnya. Masuknya Johan Manzambi dan Ruben Vargas menjadi kunci kebangkitan Swiss setelah sempat kesulitan menembus pertahanan lawan.

“Sangat penting bagi kami untuk memiliki seluruh energi di lapangan. Itu adalah strategi kami,” kata Yakin.

Pada pertandingan tersebut, Swiss sempat kesulitan menghadapi permainan disiplin Bosnia yang mampu meredam dominasi penguasaan bola mereka sepanjang sebagian besar laga.

“Kami harus sangat sabar dan tetap berada dalam permainan. Penting bagi kami untuk mengubah beberapa hal setelah jeda hidrasi kedua," jelas mantan pemain timnas Swiss itu.

Pelatih Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez menegaskan timnya belum menyerah dalam perburuan tiket ke babak gugur meski kalah telak.

“Kami masih memiliki pertandingan ketiga dan belum ada yang hilang. Kami harus memenanginya, tentu saja, bila ingin melangkah lebih jauh. Kekalahan ini sangat berat bagi kami, tetapi saya tidak suka mengeluh,” ujar Barbarez melalui laman FIFA usai pertandingan.

Bosnia wajib mengalahkan Qatar pada laga terakhir dengan catatan harus mencetak banyak gol. Itupun tak berarti kalau Swiss dan Kanada bermain imbang dipartai terakhir mereka. 

Barbarez menilai timnya sempat tampil lebih baik sebelum jeda hidrasi di pertengahan babak kedua. Saat itu, Bosnia menciptakan beberapa peluang berbahaya meski Swiss lebih banyak menguasai bola.

“Kami adalah tim yang lebih baik sebelum jeda hidrasi. Kami memiliki dua atau tiga peluang luar biasa yang seharusnya berakhir menjadi gol. Kami mengontrol pertandingan dan melakukan banyak tekanan,” kata Barbarez.

Editor: Aspian Nur

Pemain Qatar Patahkan Kaki Ismael Kone, Swiss dan Kanada Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 19/06/2026

Momen saat Ismael Kone mendapat perawatan setelah mengalami patah kaki dalam laga Kanada menghadapi Qatar pagi tadi. (Foto: Thesun)

Share

Berita Terkait