Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan, Pemkab Kukar tidak ingin terburu-buru dalam menentukan nilai bonus tersebut, sebab, adanya prosedur regulasi pengelolaan keuangan daerah yang wajib dipatuhi.
“Untuk bonus itu, kita selesaikan dulu agenda yang akan kita hadapi nanti. Kemudian dari hasil pertandingan ini baru kita masuk dalam proses selanjutnya untuk pemberian bonus. Ada proses dan tahapan yang harus kita lakukan,” kata Aji Ali Husni, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, dasar utama perencanaan penganggaran hibah bonus tersebut adalah Surat Keputusan (SK) resmi penetapan pemenang dari Pengurus Besar (PB) penyelenggara Porprov. Mengingat pelaksanaan Porprov baru berlangsung pada November 2026 mendatang proses administrasi dan pencairan kemungkinan besar tidak dapat langsung dilakukan di tahun anggaran yang sama.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk tetap memberikan penghargaan kepada para atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah, disesuaikan dengan kemampuan finansial daerah.
“Pemerintah pasti akan memberikan bonus. Pimpinan yang akan menyampaikan langsung. Kami harap pengertian khususnya kalangan atlet, untuk sama-sama melihat kondisi keuangan pemerintah kita hari ini,” ujarnya.
Aji berharap isu mengenai bonus tidak menjadi beban pikiran sehingga fokus utama atlet yakni tampil maksimal dan mencapai target prestasi di Kabupaten Paser.
Sementara itu, menanggapi kebijakan tersebut, Sekretaris Akuatik Kukar, Reza Pahlevi, berharap pemerintah setidaknya dapat memberikan gambaran atau kisaran besaran bonus saat momen pelepasan kontingen nanti sebagai bentuk motivasi tambahan.
Reza meminta kepada seluruh atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga (Cabor) untuk tetap fokus menjaga semangat “Jangan sampai persoalan bonus mengurangi konsentrasi dan semangat juang atlet dalam berlatih. Mari kita utamakan persiapan dan perjuangan bersama demi membawa nama baik Kukar,” tegasnya.
Ia juga berharap jalur komunikasi antara Dispora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, dan tiap cabor tetap berjalan harmonis, karena apresiasi bagi seorang atlet merupakan bentuk kehormatan atas kerja keras dan dedikasi panjang mereka selama berlatih.
Editor: Erwin
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan, Pemkab Kukar tidak ingin terburu-buru dalam menentukan nilai bonus tersebut, sebab, adanya prosedur regulasi pengelolaan keuangan daerah yang wajib dipatuhi.
“Untuk bonus itu, kita selesaikan dulu agenda yang akan kita hadapi nanti. Kemudian dari hasil pertandingan ini baru kita masuk dalam proses selanjutnya untuk pemberian bonus. Ada proses dan tahapan yang harus kita lakukan,” kata Aji Ali Husni, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, dasar utama perencanaan penganggaran hibah bonus tersebut adalah Surat Keputusan (SK) resmi penetapan pemenang dari Pengurus Besar (PB) penyelenggara Porprov. Mengingat pelaksanaan Porprov baru berlangsung pada November 2026 mendatang proses administrasi dan pencairan kemungkinan besar tidak dapat langsung dilakukan di tahun anggaran yang sama.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk tetap memberikan penghargaan kepada para atlet yang berhasil mengharumkan nama daerah, disesuaikan dengan kemampuan finansial daerah.
“Pemerintah pasti akan memberikan bonus. Pimpinan yang akan menyampaikan langsung. Kami harap pengertian khususnya kalangan atlet, untuk sama-sama melihat kondisi keuangan pemerintah kita hari ini,” ujarnya.
Aji berharap isu mengenai bonus tidak menjadi beban pikiran sehingga fokus utama atlet yakni tampil maksimal dan mencapai target prestasi di Kabupaten Paser.
Sementara itu, menanggapi kebijakan tersebut, Sekretaris Akuatik Kukar, Reza Pahlevi, berharap pemerintah setidaknya dapat memberikan gambaran atau kisaran besaran bonus saat momen pelepasan kontingen nanti sebagai bentuk motivasi tambahan.
Reza meminta kepada seluruh atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga (Cabor) untuk tetap fokus menjaga semangat “Jangan sampai persoalan bonus mengurangi konsentrasi dan semangat juang atlet dalam berlatih. Mari kita utamakan persiapan dan perjuangan bersama demi membawa nama baik Kukar,” tegasnya.
Ia juga berharap jalur komunikasi antara Dispora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, dan tiap cabor tetap berjalan harmonis, karena apresiasi bagi seorang atlet merupakan bentuk kehormatan atas kerja keras dan dedikasi panjang mereka selama berlatih.
Editor: Erwin