Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Pengunjung Berau Expo 2026 tidak hanya disuguhi deretan produk kerajinan khas daerah, tetapi juga dapat menyaksikan langsung proses pembuatannya.
2 menit baca5 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB - Pengunjung Berau Expo 2026 tidak hanya disuguhi deretan produk kerajinan khas daerah, tetapi juga dapat menyaksikan langsung proses pembuatannya.
Inovasi ini dihadirkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau untuk memperkenalkan keterampilan perajin lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk mereka.
Pada pembukaan Berau Expo 2026, Jumat (16/10/2026), Dekranasda Berau menampilkan para perajin yang memperagakan proses menganyam di hadapan pengunjung.
Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat dapat melihat langsung keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah produk kerajinan.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan promosi kerajinan agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir produk. Pengunjung juga diperkenalkan dengan proses kreatif dan keterampilan para perajin.
Menurutnya, konsep yang ditampilkan merupakan hasil pengembangan ide Dekranasda dengan mengadopsi sejumlah referensi dari daerah lain, terutama dalam hal tren dan kualitas produk.
“Sebetulnya kita punya ide dasar, tetapi kita kembangkan juga dengan mengadopsi dari daerah lain. Kita ambil tren yang bagus dan kualitasnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar produk kerajinan Berau dapat mengikuti perkembangan pasar tanpa meninggalkan potensi lokal. Berbagai inspirasi dari kegiatan pameran bersama daerah lain turut menjadi bahan pengembangan produk.
Selain memberikan ruang promosi, Dekranasda Berau juga menjalankan pendampingan bagi para perajin melalui kerja sama dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperbaiki kualitas hasil produksi, serta memperkuat daya saing produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Upaya itu mulai menunjukkan peluang pasar. Edy menyebut sejumlah perusahaan telah memesan produk kerajinan untuk dijadikan suvenir. Pesanan tersebut menjadi kesempatan bagi perajin untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Alhamdulillah, sudah ada perusahaan-perusahaan yang memesan untuk suvenir,” katanya.
Tidak hanya menampilkan anyaman, Dekranasda Berau juga telah menjadwalkan pergantian jenis kerajinan yang diperagakan setiap hari selama Expo berlangsung. Dengan demikian, pengunjung berkesempatan mengenal beragam keterampilan dan produk kerajinan yang dikembangkan para perajin setempat.
Edy turut mengapresiasi para perajin, khususnya kaum perempuan, yang tetap produktif menghasilkan karya di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, keterampilan tersebut bukan sekadar upaya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.
Melalui konsep demonstrasi langsung dan pendampingan berkelanjutan, Dekranasda Berau berharap kerajinan lokal semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar komersial. Berau Expo 2026 pun menjadi ruang untuk mempertemukan keterampilan tradisional dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Saya respek dengan ibu-ibu kita ini, yang di usia sekarang masih produktif. Mereka pejuang rupiah,” tutupnya.
Editor: Erwin
Inovasi ini dihadirkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau untuk memperkenalkan keterampilan perajin lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk mereka.
Pada pembukaan Berau Expo 2026, Jumat (16/10/2026), Dekranasda Berau menampilkan para perajin yang memperagakan proses menganyam di hadapan pengunjung.
Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena masyarakat dapat melihat langsung keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah produk kerajinan.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, mengatakan konsep tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan promosi kerajinan agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir produk. Pengunjung juga diperkenalkan dengan proses kreatif dan keterampilan para perajin.

Menurutnya, konsep yang ditampilkan merupakan hasil pengembangan ide Dekranasda dengan mengadopsi sejumlah referensi dari daerah lain, terutama dalam hal tren dan kualitas produk.
“Sebetulnya kita punya ide dasar, tetapi kita kembangkan juga dengan mengadopsi dari daerah lain. Kita ambil tren yang bagus dan kualitasnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar produk kerajinan Berau dapat mengikuti perkembangan pasar tanpa meninggalkan potensi lokal. Berbagai inspirasi dari kegiatan pameran bersama daerah lain turut menjadi bahan pengembangan produk.
Selain memberikan ruang promosi, Dekranasda Berau juga menjalankan pendampingan bagi para perajin melalui kerja sama dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan perajin, memperbaiki kualitas hasil produksi, serta memperkuat daya saing produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Upaya itu mulai menunjukkan peluang pasar. Edy menyebut sejumlah perusahaan telah memesan produk kerajinan untuk dijadikan suvenir. Pesanan tersebut menjadi kesempatan bagi perajin untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Alhamdulillah, sudah ada perusahaan-perusahaan yang memesan untuk suvenir,” katanya.
Tidak hanya menampilkan anyaman, Dekranasda Berau juga telah menjadwalkan pergantian jenis kerajinan yang diperagakan setiap hari selama Expo berlangsung. Dengan demikian, pengunjung berkesempatan mengenal beragam keterampilan dan produk kerajinan yang dikembangkan para perajin setempat.






Edy turut mengapresiasi para perajin, khususnya kaum perempuan, yang tetap produktif menghasilkan karya di tengah berbagai tantangan. Menurutnya, keterampilan tersebut bukan sekadar upaya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.
Melalui konsep demonstrasi langsung dan pendampingan berkelanjutan, Dekranasda Berau berharap kerajinan lokal semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar komersial. Berau Expo 2026 pun menjadi ruang untuk mempertemukan keterampilan tradisional dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Saya respek dengan ibu-ibu kita ini, yang di usia sekarang masih produktif. Mereka pejuang rupiah,” tutupnya.
Editor: Erwin


Pusat gempa berada di laut 56 km utara Ruteng
18 Okt 2026, 15:02:46 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG