Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Bontang berhasil membawa pulang 10 medali, terdiri atas dua emas, enam perak, dan dua perunggu. Capaian tersebut diraih melalui empat cabang olahraga, yakni bocce, bulu tangkis, renang dan tenis meja.
Kontingen Bontang terdiri atas tujuh atlet, lima pelatih, dua ofisial, satu dokter tim, serta satu pendamping dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang.
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melalui instansinya akan mengupayakan pemberian apresiasi dan bonus kepada para atlet berprestasi.
“Prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakatKota Taman, oleh sebab itu sudah sewajarnya jika para kontingen mendapatkan apresiasi dan bonus,” katanya, Minggu (18/10/2026)
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan bonus agar dapat dianggarkan pada APBD Perubahan Kota Bontang pada tahun 2027 mendatang.
Menurutnya, mekanisme pengusulan anggaran bonus ini harus melalui prosedur serta tahapan perencanaan keuangan daerah yang berlaku, sehingga realisasinya baru dapat dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Kendati demikian, Eko menegaskan bahwa keterbatasan waktu penganggaran di akhir tahun ini tidak akan mengurangi rasa hormat dan penghargaan pemerintah daerah atas kerja keras para atlet bertalenta khusus tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan serta pembinaan yang berkelanjutan bagi para atlet bertalenta khusus agar bakat mereka tetap terasah secara maksimal,” paparnya.
Ia berharap, raihan medali di NTT dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi masyarakat luas, sekaligus membuktikan keterbatasan bukanlah halangan untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya.
Editor: Erwin
Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Bontang berhasil membawa pulang 10 medali, terdiri atas dua emas, enam perak, dan dua perunggu. Capaian tersebut diraih melalui empat cabang olahraga, yakni bocce, bulu tangkis, renang dan tenis meja.
Kontingen Bontang terdiri atas tujuh atlet, lima pelatih, dua ofisial, satu dokter tim, serta satu pendamping dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispopar-Ekraf) Kota Bontang.
Kepala Dispopar-Ekraf Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melalui instansinya akan mengupayakan pemberian apresiasi dan bonus kepada para atlet berprestasi.
“Prestasi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi seluruh masyarakatKota Taman, oleh sebab itu sudah sewajarnya jika para kontingen mendapatkan apresiasi dan bonus,” katanya, Minggu (18/10/2026)
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan bonus agar dapat dianggarkan pada APBD Perubahan Kota Bontang pada tahun 2027 mendatang.
Menurutnya, mekanisme pengusulan anggaran bonus ini harus melalui prosedur serta tahapan perencanaan keuangan daerah yang berlaku, sehingga realisasinya baru dapat dialokasikan pada tahun anggaran berikutnya.
Kendati demikian, Eko menegaskan bahwa keterbatasan waktu penganggaran di akhir tahun ini tidak akan mengurangi rasa hormat dan penghargaan pemerintah daerah atas kerja keras para atlet bertalenta khusus tersebut.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan serta pembinaan yang berkelanjutan bagi para atlet bertalenta khusus agar bakat mereka tetap terasah secara maksimal,” paparnya.
Ia berharap, raihan medali di NTT dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi masyarakat luas, sekaligus membuktikan keterbatasan bukanlah halangan untuk mengukir prestasi setinggi-tingginya.
Editor: Erwin