Pemilihan berlangsung cukup alot dan menyita perhatian karena mempertemukan dua figur kuat yang sama-sama berasal dari Gedung DPRD Kaltim, Karang Paci, yakni Abdul Rahman Agus dan Sapto Setyo Pramono. Keduanya merupakan anggota dewan aktif yang maju membawa visi dan misi untuk memajukan prestasi olahraga biliar di Benua Etam.
Suasana di ruang sidang Hotel Platinum sempat memanas menjelang keputusan krusial. Tepat pukul 17.55 Wita, terjadi perbedaan pendapat yang cukup tajam antarpeserta sidang mengenai kelanjutan tahapan pemilihan.
Ketua POBSI Kutai Timur (Kutim), Narto Bulang, sempat mengajukan interupsi dan meminta agar sidang di-scorsing (ditunda sementara). Permintaan tersebut memicu adu argumen antara peserta yang menginginkan penundaan dan pihak yang meminta proses pemilihan tetap dilanjutkan hari itu juga.
Meski tensi sidang meningkat, jalannya forum tetap terkendali di bawah pimpinan sidang Hendra yang dinilai mampu mengatur jalannya pembahasan secara tenang dan terukur.
Untuk mengakhiri perdebatan, pimpinan sidang akhirnya mengambil keputusan melalui mekanisme voting. Hasilnya, enam suara menyatakan setuju agar proses pemilihan dilanjutkan secara langsung dengan sistem tertutup.
Memasuki tahapan penghitungan suara, ketegangan kembali terasa di ruang sidang. Dari total 11 hak suara yang diperebutkan oleh kedua legislator tersebut, Abdul Rahman Agus berhasil mengamankan mayoritas dukungan.
Hasil akhir perolehan suara, Abdul Rahman Agus tujuh suara, sedangkan Sapto Setyo Pramono mendapatkan empat suara. Dihubungi usai terpilih pada Minggu (17/5/2026), Abdul Rahman Agus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh perwakilan POBSI kabupaten/kota yang telah menyukseskan jalannya Musorprov.
“Terima kasih banyak untuk semuanya atas amanah dan raihan suara ini. Kemenangan ini adalah kemenangan POBSI Kaltim. Tugas kita ke depan adalah bersama-sama memajukan olahraga biliar di Kaltim agar bisa berbicara banyak di level nasional,” ujar Agus singkat.
Editor: Erwin