Acara pelepasan sebanyak 60 atlet junior dan senior, pelatih serta ofisial berlangsung di halaman Kantor KONI Kaltim, Selasa (19/8/2025) dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KONI dan Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Kaltim.
Ketua Pengprov PRUI Kaltim, Zulkifli, menyebutkan bahwa rombongan akan memulai perjalanan pada Rabu (20/8/2025) siang dari Balikpapan menuju Yogyakarta.
“Semua tim lengkap, baik junior maupun senior, putra dan putri. Insyaallah besok siang kita berangkat. Harapan kami, Rugby Kaltim bisa membawa pulang medali,” ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan, para atlet berasal dari berbagai daerah di Kaltim, mulai Samarinda, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, hingga Balikpapan.
Menurutnya, komposisi ini memberikan kekuatan tambahan bagi Kaltim dalam menghadapi persaingan nasional.
Zulkifli juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesehatan selama Kejurnas berlangsung.
“Jaga pola makan, istirahat, dan patuhi aturan. Di Jogja nanti jadwal istirahat mulai jam 09.00 malam,” tuturnya.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh KONI Kaltim yang menanggung seluruh biaya keberangkatan.
“Ini pertama kalinya dalam 17 tahun anggaran dinaikkan. Ketua KONI sekarang paham betul kebutuhan atlet, pelatih, hingga manajer. Bahkan manajer pun mendapat alokasi anggaran langsung, ini hal yang baru dan sangat membantu,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menegaskan bahwa target kontingen bukan sekadar mencari pengalaman, melainkan menorehkan prestasi tertinggi.
“Tidak ada cerita hanya cari pengalaman. Kita harus tunjukkan prestasi terbaik. Itu tekad yang harus ditanamkan dalam hati setiap atlet,” tegasnya.
Ia juga memberi pesan khusus soal penggunaan gawai. Menurutnya, lawan paling berat bagi atlet bukan hanya di lapangan, tetapi juga kebiasaan bermain telepon genggam yang dapat mengganggu fokus.
“Jam 10 malam HP dikumpulkan. Silakan telepon orang tua sebelum itu. Jangan begadang main game, lalu besok telat bangun,” pesannya.
Rusdiansyah mengingatkan agar setiap anggota tim menjalankan peran sesuai tugasnya. Atlet diminta fokus bertanding, pelatih mengatur strategi, sementara manajer mengurus kebutuhan teknis.
“Kalau semua menjalankan job description masing-masing, prestasi bisa tercapai. Jangan sampai atlet sibuk mikir transportasi atau uang saku, itu tugas manajer,” katanya.
Ia pun menyinggung kebijakan KONI Kaltim yang untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir menaikkan indeks bantuan cabang olahraga.
Menurutnya, keputusan itu lahir dari pengalamannya sebagai mantan atlet, pelatih, dan manajer.
“Saya tahu bagaimana rasanya nombok. Karena itu, tahun ini dana langsung diberikan ke manajer agar mereka bisa fokus mendampingi tim,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dan semangat disiplin, Rusdiansyah optimistis tim Rugby Kaltim mampu menjadi pesaing serius, bahkan kandidat kuat peraih emas.
“Kalau semua sepakat menjaga komitmen, Rugby Kaltim bukan tim biasa. Insyaallah bukan hanya perak, tapi emas bisa kita raih di PON nanti,” pungkasnya.
Editor: Erwin