Ajang ini menjadi agenda rutin yang tidak hanya menonjolkan sisi kompetisi tetapi juga membangun karakter dan semangat kebersamaan dikalangan karateka muda.
Ketua Inkai Kutai Barat Nopandel menyebut kejuaraan ini adalah ajang untuk mengukur kemampuan para karateka sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.
Ia mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, semangat kompetisi yang sehat, dan nilai-nilai luhur dalam karate.
Nama Desnan Cup sendiri diambil dari tokoh Hermanus Desnan, sosok yang membawa Inkai ke wilayah Ulu Mahakam sebelum pemekaran Kutai Barat.
“Beliau adalah pionir yang kami hormati, maka kejuaraan ini kami dedikasikan atas nama beliau,” ujar Nopandel kepada Korankaltim.com disela kejuaraan.
Mengangkat tema Dengan Semangat Bushido Kita Pacu Semangat Bangun Sinergitas Menuju Insan Karate yang Berkarakter & Kompetitif”, ada 164 karateka dari sembilan ranting yang tersebar di empat kecamatan bakal bertarung. Mereka datang dari Barong Tongkok, Linggang Bigung, Bentian dan Jempang. Satu ranting dari Long Hubung, Mahakam Ulu, juga turut berpartisipasi.
Ada 33 kelas berbeda dengan rentang usia peserta mulai 6 hingga 35 tahun yang dipertandingkan pada olahraga bela diri ini.
Sementara ketua panitia pelaksana Anrie Noor menyampaikan kalau kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari pendataan atlet yang akan dipersiapkan untuk berbagai ajang, mulai dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dibawah Dinas Pendidikan, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) hingga kejuaraan di bawah naungan Forki tingkat provinsi dan nasional.
“Kami ingin turnamen ini menjadi fondasi kuat bagi regenerasi atlet karate di Kutai Barat,” ujar Anrie.
Sedangkan Bupati Kutai Barat Fredrikus Edwin mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan pendukung kejuaraan karate ini.
“Kegiatan ini sejalan dengan sistem pembinaan berjenjang yang diterapkan Inkai dan memiliki peran penting dalam menjaring bibit atlet sejak usia dini secara berkesinambungan,” kata Edwin.
Editor: Aspian Nur