Ajang ini mempertemukan negara dan daerah di Pulau Borneo, khususnya wilayah Kalimantan serta Malaysia bagian utara.
Wakil Ketua I KONI Kaltim, Ego Arifin, menyampaikan bahwa keputusan untuk berpartisipasi telah melalui proses koordinasi dan rapat internal bersama Ketua KONI Kaltim serta jajaran pimpinan lainnya.
“Alhamdulillah sudah disepakati bahwa Kaltim akan ikut. Ini bagian dari persahabatan dan juga sebagai ajang peningkatan kualitas atlet,” ujar Ego, pada Minggu (3/8/2025).
Meski panitia penyelenggara menawarkan tujuh cabang olahraga, KONI Kaltim memutuskan untuk berfokus pada empat cabang yang dinilai sesuai dengan potensi dan kesiapan daerah. Keempat cabang tersebut adalah renang, atletik, bulu tangkis dan panahan.
Selain itu, juga akan ada satu kegiatan permainan khusus VVIP berupa pertandingan golf, yang ditujukan bagi tamu kehormatan seperti Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), serta Ketua KONI Kaltim.
“Untuk VVIP akan dijamu secara khusus. Sementara untuk olahraga masyarakat seperti tarik tambang, gasing, dan sumpit itu akan ditangani oleh KORMI karena bukan menjadi ranah KONI,” jelasnya.
Dalam keikutsertaan kali ini, KONI Kaltim akan memberangkatkan total 20 atlet dan empat pelatih. Rinciannya yakni empat atlet bulu tangkis, enam atlet panahan, enam atlet atletik, dan tiga atlet renang.
Jumlah kontingen ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan logistik yang dimiliki KONI Kaltim, meskipun panitia tidak membatasi jumlah atlet yang dapat dikirim,
“Sebenarnya tidak ada batasan. Tapi karena kemampuan kita, jadi hanya 20 atlet. Apalagi di cabang seperti atletik dan renang itu banyak nomor tandingnya,” tambahnya.
Terkait proses seleksi atlet, KONI Kaltim memberikan kewenangan penuh kepada masing-masing cabang olahraga. Ia meyakini setiap cabor akan bertanggung jawab dalam memilih atlet terbaik yang akan mewakili Kaltim.
“Silakan cabor yang seleksi. Kita percaya mereka akan kirim yang terbaik. Toh, mereka juga membawa nama negara, jadi tidak mungkin asal pilih,” tegasnya.
Panitia pelaksana dari Malaysia telah melakukan konfirmasi dengan pihak KONI Kaltim terkait jadwal kedatangan, venue pertandingan, hingga hotel tempat menginap.
Namun, beberapa informasi teknis seperti nomor pertandingan untuk setiap cabang olahraga masih ditunggu.
“Kita sudah konfirmasi ke panitia. Beberapa hal seperti jadwal dan daftar venue sudah dikirim, tapi untuk nomor pertandingan masing-masing cabor, itu masih dalam proses. Katanya akan segera dikirim,” ungkap Ego.
Dalam peraturan yang dikeluarkan panitia, disebutkan bahwa atlet yang pernah menjuarai SEA Games atau Olimpiade tidak diperbolehkan mengikuti Sukan Borneo. Aturan ini tidak menjadi masalah bagi kontingen Kaltim.
“Untungnya kita tidak punya atlet dengan status itu, jadi tidak berpengaruh,” tutupnya.
Editor: Erwin