Cabang olahraga kriket yang paling merasakan dampaknya, dimana pengurus Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim terpaksa membatalkan partisipasi mereka pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kriket di Bali, 20-30 Juli bulan ini.
Tim kriket Kaltim sebelumnya menjadi sorotan setelah berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas perdana di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.
Namun prestasi itu kini terancam tidak berlanjut lantaran tak adanya dukungan dana untuk mengikuti kompetisi lanjutan di tingkat nasional. “Kami tak punya dukungan dana untuk berangkat,” ujar Ketua Harian PCI Kaltim Andi Iriyadi saat dikonfirmasi Korankaltim.com Selasa (22/7/2025).
Seharusnya pembiayaan untuk mengikuti Kejurnas maupun menggelar kejuaraan tingkat provinsi ditopang dari bantuan KONI Kaltim namun karena NPHD belum ditandatangani, dana hibah dari Pemprov Kaltim belum bisa dicairkan. Akibatnya KONI pun tidak bisa memberikan sokongan anggaran kepada PCI Kaltim.
“Kalau seluruh tim berangkat, jumlahnya 33 orang. Sesuai indeks pembiayaan, seharusnya kami memperoleh sekitar Rp400 Juta untuk akomodasi dan keperluan tim,” sebut Iriyadi.
PCI Kaltim sendiri telah mencoba menjalin komunikasi dengan berbagai pihak guna mencari sumber pendanaan alternatif. Namun hingga waktu keberangkatan semakin dekat, dana yang terkumpul belum mencukupi kebutuhan tim secara keseluruhan.
Kondisi ini dinilai sangat merugikan, tidak hanya bagi PCI Kaltim, tapi juga bagi posisi Kaltim di kancah nasional. Saat ini, kriket Kaltim berada di peringkat tiga nasional berkat raihan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu di PON sebelumnya.
“Ini sangat disayangkan. Kami sudah berjuang keras meraih emas pertama. Sayang sekali kalau capaian itu tak bisa dipertahankan hanya karena kendala pendanaan,” keluh Iriyadi.
Menurutnya, jika keterlambatan ini terus terjadi, bukan tidak mungkin cabang olahraga (cabor) lain akan mengalami hal serupa.
Situasi ini tentu berpotensi mengganggu target besar Kaltim untuk menembus tiga besar pada PON 2028, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Gubernur.
“Biarlah kami saja yang merasakan ini. Jangan sampai cabor lain ikut terdampak. Semoga proses pencairan bisa segera diselesaikan,” papar Iriyadi lagi.
Sementara itu, informasi yang dihimpun Koranaltim.com menyebutkan proses finalisasi dan penandatanganan NPHD tengah berlangsung dan diharapkan bisa segera tuntas mengingat padatnya agenda olahraga yang membutuhkan dukungan anggaran dalam waktu dekat.
Editor: Aspian Nur