Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) se-Benua Etam pun diminta mempersiapkan pemain utamanya menghadapi Piala Soeratin.
"Askab dan Askot harus mempersiapkan tim mereka untuk Piala Soeratin yang dikombinasikan ke Porprov dan muaranya PON (Pekan Olahraga Nasional),” ujar Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Kaltim Supono.
Regulasi pembatasan usia di Porprov ternyata tak jadi masalah bagi mereka. Untuk pemain di Porprov adalah kelahiran 2007 sementara final pembatasan usia menyesuaikan yang akan berlaku di PON XXII/2028 Nusa Tenggara.
“Kalau yang kelahiran 2007 kan berarti diusia 17. Jadi saat bermain di PON Nusa Tenggara itu masih diangka sekitar 21-22 tahunan,” sebutnya.
Jika tak ada perubahan Piala Soeratin itu dimulai dari regional, yakni kabupaten/kota pada bulan depan. Pesertanya dimulai dari klub Sekolah Sepak Bola (SSB) dan masing-masing daerah tidak diperkenankan mengambil atau mutasi pemain dari luar.
“Tidak boleh mengambil pemain dari luar provinsi, dari luar kabupaten atau kota saja tidak boleh, harus pemain asli. Misal dia Kutai Kartanegara maka semua harus Kukar,” tegas Supono.
Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan atlet atau potensi yang ada di daerah tersebut. Kemudian saat kejuaraan di provinsi barulah kebijakan dilonggarkan.
“Itu memanfaatkan atlet yang ada, putra daerah dulu, nanti di provinsi baru bisa boleh. Provinsi itu Juli U-13 dan U-15 kemudian nasional nanti Agustus dan September, nanti setelah itu U-17 Piala Pertiwi,” tuturnya.
“Piala Pertiwi ini kemungkinan di U-19 atau dibawah 19 untuk mencapai atlet-atlet timnasnya nanti, target kami itu,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur