Usai pelantikan oleh perwakilan ESI Kaltim Hasbi Muhammad, Adam Dustin Bhakti mengaku telah memiliki target untuk mengembangkan cabang olahraga esports melalui pembinaan para atlet muda.
"Harapan kami akan menjadi atlet nasional yang tentunya membawa kebanggaan bagi Kota Balikpapan," kata Adam Dustin.
Selain prosesi pelantikan, ESI Kota Balikpapan juga menggelar turnamen esports yakni Free Fire dan Mobile Legends dalam lokasi yang sama.
"Hari ini kami ingin membuktikan, tidak cuma menjanjikan. Kami siapkan banyak kompetisi," ujarnya.
Adam yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Balikpapan ini menyebut antusiasme peserta sangat tinggi untuk mengikuti turnamen tersebut. Free Fire dan Mobile Legends memang cukup banyak peminatnya.
"Termasuk hari ini. Target kami hanya 250 peserta, Alhamdulillah, yang mendaftar 500 peserta," sebutnya.
Ke depan, lanjut Adam, pihaknya akan menggelar turnamen esports yang lebih besar. Turnamen tersebut bertajuk Wali Kota Balikpapan Cup yang akan digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.
"Teknisnya akan kami diskusikan dahulu bersama jajaran pengurus, dan tentunya juga dengan Pemkot Balikpapan," imbuhnya.
Turnamen tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menjaring para atlet yang akan berkompetisi pada tingkat provinsi hingga nasional nantinya. Salah satunya sebelum menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Kompetisi hari ini merupakan langkah nyata pada awal kepengurusan kami. Tentunya kami juga akan melakukan penjaringan atlet sebelum gelaran Pra PON. Tentu kami akan membuat kejurkot juga," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma mengajak ESI untuk saling berkolaborasi dalam memeriahkan berbagai agenda kota.
"Nanti ada Balikpapan Festival (B-Fest) pada November, dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) september mendatang," kata Ratih.
Ratih juga melihat tingginya partisipasi peserta dalam turnamen Free Fire dan Mobile Legends garapan ESI Kota Balikpapan. Menurutnya, animo tersebut merupakan sebuah peluang dalam meraih prestasi bagi para atlet muda.
"Ini merupakan peluang meraih prestasi dan standarnya juga lebih tinggi. Selain dalam komunitas masing-masing, mereka juga bisa menunjukkan kemampuannya dalam berbagai event," pungkasnya. (*)