Bonus tersebut akan diberikan kepada atlet yang bertanding dibeberapa ajang di tahun 2024 lalu, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara, serta Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo, Jawa Tengah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Agus Hari Kesuma, memberi izin kepada wartawan untuk masuk ke dalam ruang rapat. Namun, ia kemudian meminta persetujuan dari peserta rapat terkait kehadiran media di dalam ruangan tersebut.
“Saya mau minta pendapat forum, bagusnya wartawan tetap disini atau menunggu konferensi pers saja di lantai 1?,” tanya pria yang akrab disapa AHK itu.
Beberapa audiens sepakat bahwa rapat tersebut harus dilaksanakan secara tertutup dengan alasan “masalah sensitif.” Berdasarkan kesepakatan tersebut, Agus Hari Kesuma memutuskan untuk mengadakan rapat secara tertutup.
Dalam rapat tersebut, hadir perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan National Paralympic Committee (NPC), serta beberapa perwakilan cabang olahraga (cabor) seperti gulat.
Rapat yang berlangsung cukup lama ini tampaknya belum menghasilkan kesepakatan final. Oleh karena itu, baik Kepala Dinas maupun Kepala Bidang masih enggan memberikan komentar terkait hasil rapat.
Pembahasan mengenai bonus yang menjadi topik utama hari ini sangat dinantikan oleh para atlet peraih medali, terutama medali emas, yang sebelumnya disebutkan akan mendapatkan Rp300 juta per medali.
Hingga berita ini terbit, semua perwakilan yang hadir dalam rapat tersebut juga memilih untuk tidak memberikan komentar. Mereka pun mengarahkan agar pernyataan hasil rapat dipublikasikan langsung oleh Kepala Dispora Kaltim.
Editor: Erwin