Meski belum berhasil meraih kemenangan, keduanya pulang dengan segudang pengalaman berharga.
Hamka, yang turun di nomor gaya bebas 65 kg, mengakui bahwa persaingan di tingkat Asia masih menjadi tantangan berat. Diketahui, Hamka kalah setelah melawan pegulat asal China.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa ikut di Kejuaraan Asia ini. Meski belum menang, banyak pelajaran penting yang kami dapat,” ungkap Hamka kepada Korankaltim.com, Rabu (9/4/2025).
Salah satu kendala yang dihadapi para pegulat dari Asia Tenggara seperti dirinya adalah faktor cuaca.
Saat bertanding, Yordania sedang memasuki musim dingin, dan suhu yang menusuk menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang terbiasa bertanding di iklim tropis.
“Cuaca dingin membuat kami sulit berkeringat. Ini cukup memengaruhi performa di atas matras,” tegas Hamka.
Pria yang meraih medali emas di PON XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) lalu itu menjelaskan bahwa faktor utama yang menjadi pembeda adalah pengalaman dan kualitas teknik.
Hamka mengakui bahwa lawan-lawan dari negara lain memiliki jam terbang yang lebih tinggi, terutama karena mereka rutin tampil di berbagai kejuaraan internasional.
Lagi-lagi, masalah mental tanding menjadi kendala bagi seorang atlet. Sebagai atlet yang masuk dalam squad Tinmas itu, Hamka cukup terbebani dengan pengalaman serta jam terbang lawannya.
“Dari segi teknik, mereka jauh lebih matang. Pengalaman mereka di level Asia dan Eropa jadi modal besar. Iya setelah ini tentu masih harus berlatih lagi,” pungkasnya.
Editor: Erwin