Hasil ini menambah catatan bagi Borneo FC yang sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun dari Persib Bandung dan PSM Makassar. Meski tampil di kandang sendiri, kesebelasan asuhan Pieter Huistra gagal memanfaatkan mencetak gol untuk meraih kemenangan.
Sejak menit awal, Borneo FC langsung menekan. Peluang emas hadir melalui Leo Gaucho setelah memanfaatkan bola liar dari kesalahan kiper PSIS, Adi Satryo. Sayangnya, tendangan Gaucho berhasil dimentahkan barisan pertahanan PSIS.
Di sisi lain, PSIS mengandalkan serangan balik dengan Gali Freitas sebagai ujung tombak. Pemain asal Timor Leste tersebut hampir mencetak gol pada menit ke-20 lewat tendangan kerasnya, tetapi bola hanya membentur gawang.
Borneo sempat mendapat peluang emas di menit ke-30 melalui sundulan Stefano Lilipaly, namun upaya tersebut gagal karena bola melambung di atas mistar. Hingga jeda pertama skor bertahan tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Borneo FC tampil lebih agresif. Statistik menunjukkan mereka mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran, sementara PSIS tidak mencatatkan satu pun. Namun, solidnya pertahanan PSIS membuat tuan rumah gagal mencetak gol.
Borneo FC mencoba melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Gabriel Furtado sebagai striker di menit-menit akhir. Namun, langkah ini tak membuahkan hasil. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, mengakui pertandingan berjalan sulit. “Hari ini sangat sulit bagi kami. Lawan bermain terorganisir secara taktik. Kami punya banyak penguasaan bola dan peluang, tetapi kesulitan menciptakan ancaman nyata selama 90 menit,” ujarnya, Jumat (6/12/2024).
Kei Hirose menambahkan bahwa tim harus segera memperbaiki masalah di lini depan. “Kami butuh gol cepat untuk membuat pertandingan lebih mudah. Fokus kami sekarang adalah laga melawan Persija, meski itu akan sangat sulit karena bermain tandang,” katanya.
Dalam laga ini, Borneo tampak kesulitan mencari solusi di lini depan. Terens Puhiri menjadi satu-satunya striker yang masuk dari bangku cadangan, sementara Leo Gaucho digantikan Diego Michiels di menit akhir. Pieter Huistra menjelaskan keputusan ini.
“Kami ingin mencoba Furtado sebagai striker karena dia punya kemampuan sundulan terbaik di tim. Itu hanya percobaan 5 menit,” jelasnya.
Selanjutnya, Borneo FC akan menghadapi tantangan berat melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno. Persija yang kini berada di posisi ketiga klasemen diprediksi akan memberikan perlawanan sengit.
“Persija adalah tim yang seimbang. Kami berharap bisa bermain di lapangan yang lebih baik. Kondisi lapangan hari ini kurang bagus, tapi itu bukan alasan. Kami harus segera memperbaiki performa,” tutup Huistra.
Editor: Erwin