Ketua Perhimpunan Pembina (PP) Kesehatan Olahraga Indonesia (KORI) Kaltim, Dr. Sadik Sahil mengatakan bahwa kesiapan atlet bergantung pada kesehatan masing-masing.
Dia mengingatkan atlet harus mempersipkan diri sebaik-baiknya supaya bisa bertanding dengan maksimal di arena.
“Intinya kan segala sesuatu itu kembali kepada kondisi kesehatan. Jadi sebagaimana atlet-atlet ini sebelum bertanding harus mempersiapkan diri,” kata dr Sadik, Jumat (6/12/2024).
Sadik juga menekankan atlet harus dalam keadaan sehat dan bugar. Maka sebelum bertanding harus melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, terlebih jika sudah lanjut usia.
“Pemeriksaan-pemeriksaan yang tentunya harus dimiliki seorang atlet. Apalagi kalau misalnya ini dalam usia yang lanjut. Kemudian belum lagi pertandingan apa yang akan dihadapinya,” paparnya.
“Tentunya kan antara cabang olahraga (cabor) cabor-cabor itukan berbeda-beda, dari sisi aspek penanganan tersebut, dan dari sisi aspek kekuatan kebugaran dan sebagainya,” tambahnya.
Disinggung soal sisi penanganan dan pencegahan, Sadik mengaku pemeriksaan kebugaran dari atlet sebelum bertanding harus dilakukan, dan panitia kegiatan mempersiapkan tim kesehatan.
“Harus ada, supaya kalau terjadi sesuatu di lapangan ada penanganan secepatnya. Yang selama ini kita melihat ada beberapa event itu faktor kesehatannya tidak terlalu diperhatikan. Termasuk dalam hal persiapan tim medis dan segalnya,” tuturnya.
Sedangkan dari sisi cabor dan usia, Sadik menjelaskan untuk kriteria sendiri tidak ada tetapi harus menyesuaikan kondisi fisik ataupun cabor yang akan diikuti.
“Jangan memilih misalnya pertandingan yang memberatkan, misalnya tenis, futsal, sepak bola masih lumayan daripada futsal. Bulu tangkis juga berat, itukan harus diukur,” lanjutnya.
Ia mengingatkan bahwa ini kembali ke atletnya yang harus melakukan pemeriksaan rutin. Karena, terkadang banyak yang menyepelekan hal itu karena merasa cukup sehat.
Editor: Erwin