Ismail secara aklamasi terpilih untuk memimpin Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kalimantan Timur meneruskan roda organisasi yang sebelumnya dipegang almarhum Budi Irawan yang meninggal dunia sebelum menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) lalu.
Ismail menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pengurus cabang yang sudah mempercayakan amanah itu padanya.
“Saya dipercaya untuk memimpin di provinsi untuk melakukan beberapa program kerja, konsep visi kami yakni mengembangkan program-program yang sudah ada,” kata Ismail saat dikonfirmasi Minggu (10/11/2024).
Beberapa program dari PCI dianggap sudah baik dan tugasnya sebagai ketua terpilih melanjutkan program kerja yang secara kuantitas berdasarkan peraturan atau AD/ART PCI Kaltim.
Ismail mengaku sempat memikirkan untuk membawa kriket masuk dalam Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI).
“Saya mau mencoba mengembangkan sistem akademinya, untuk struktur anak-anak dini yang tidak mampu. Bisa masuk sekolah sambil latihan di SKOI,” jelasnya.
Terlebih, dia juga memuji program untuk pelatih fisik dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim yang telah berlangsung itu. Peningkatan kapasitas pelatih ini dinilai Ismail sebagai langkah yang baik dalam membawa atlet-atlet kriket pada kejuaraan nasional atau internaisonal.
Pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut lalu, kriket mengeluhkan tak ada lapangan untuk mereka secara khusus. Padahal mereka menjadi cabor pertama yang menyumbangkan emas di PON lalu.
“Saya sangat antusias, di mana lapangan ini sangat menentukan bagi kami. Kami sudah menajajaki beberapa kawasan. Entah bagaimana nanti untuk penilaian tempatnya,” tuturnya.
Diharapkan Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Pemerintah Kota Samarinda bisa membantu merealisasikan pengadaan lapangan. PCI Kaltim membidik tanah seluas empat hektar yang ada di Bayur, Sempaja tetapi mereka masih menunggu hasil penilaian tempat.
Editor: Aspian Nur