Berkat prestasi mereka mengangkat nama daerah dan nasional, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenporaa) RI tak ragu menjadikan kedua Aparatur Sipil Negara (ASN).
Atas apa yang didapatkan Iqbal dan Aliansyah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim melalui Kepala Bidang Prestasi Olahraga (Kabid Binpres) Rasman Rading memberikan apresiasi.
“Kami tentu mengapresiasi apa yang sudah dicapai khususnya oleh Iqbal. Setelah mendapat medali emas pada PON di Aceh dan Sumtera Utara, kini mereka juga mendapat penghargaan dari Kemenpora RI,” kata Rasman kepada Korankaltim.com Senin (7/10/2024).
Pada PON Papua tahun 2021 lalu, Iqbal juga menyumbangkan medali emas. Bahkan di SEA Games di Kamboja tahun lalu, dia juga mengamankan emas.
Tak heran dengan jajaran prestasi tersebut membawanya menerima penghargaan dari Kemenpora RI.
“Bagi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kaltim tentu harus kita sampaikan terima kasih pada Kemenpora RI, karena sudah memberikan penghargaan kepada Iqbal,” ucapnya.
Iqbal diyakini memiliki potensi dan mencatat perjalanannya distiap pertandingan sehingga menetapkan Iqbal layak mendapatkan penghargaan sebagai ASN
Sementara gladiator asal Kaltim atas nama Muhammad Aliansyah juga tak kalah. Dia bahkan konsisten meraih emas sejak di PON Kaltim 2008, Riau 2012, Jabar 2016, Papua 2021, Aceh dan Sumut 2024. Emas juga berhasil diamakankannya saat berlaga di SEA Games Kamboja 2023 lalu. Bahkan, dia sudah mewakili merah putih di Pra Olympic untuk cabor gulat di Bishkek Kyrgyztan.
Maka tak heran, Bagong sapaan akrabnya ini mendapatkan julukan ‘Pegulat Terbaik’ dari Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI).
“Karena Aliansyah ini memiliki riwayat juara, lima kali, tidak semua orang melakukan hal yang sama. Harus dilihat bagaimana cara dia berlatih. Dia juara, pasti ada prosesnya,” kata Rasman.
Dia meyakini, proses panjang dan tambahan waktu latihan di luar jam yang sudah ditentukan pelatihnya, terus dijalani Aliansyah. Prestasi kedua atlet ini kata Rasman yang harus ditiru seluruh atlet lain di Kaltim. Apalagi, baik Iqbal maupaun Bagong pasti memiliki jam latihan lebih dari yang sudah diberikan pelatihnya.
Editor: Aspian Nur