Ketua Seksi Kesehatan Pelatda KONI Kaltim drg Robby Wardhana kepada Korankaltim.com Rabu (1/5/2024) hari ini menjelaskan hal tersebut.
Klinik buka selama 24 jam, ada tiga shift petugas kesehatan yang berjaga, pagi, sore dan malam. Untuk dokternya dua shift dan yang standby adalah perawat.
“Sejauh ini keluhan paling banyak awal-awal sakit paling batuk dan pilek pancaroba. Mereka juga berkumpul kan, jadi tertular teman-temannya,” ungkap Robby.
Pada bulan kedua, klinik sudah mulai menerima atlet yang cedera. Namun untuk cedera selama latihan ini sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan, sehingga semua proses berjalan lancar.
Atlet yang mengalami cedera patah tulang dari cabang olahraga selam juga sudah dicover BPJS Ketenagakerjaan.
“Kerja sama dengan Rumah Sakit SMC (Samarinda Medika Citra), Rumah Sakit Siaga dan Rumah Sakit AWS (Abdul Wahab Syahranie). Kalau untuk rujukan cedera kesana,” sebut Robby lagi.
“Rata-rata dalam sehati kalau untuk sakit ada 10, ada yang hanya cek saja. Misal keluhan-keluhan ringan, batuk dan pilek, gatal, ada juga yang bisul sampai cek darah,” ungkapnya.
Seluruh atlet baik yang ada di Hotel Mesra Jalan Pahlawan maupun Wisma Atlet di Gelora Kadrie Oening untuk bisa menjaga kesehatan.
“Yang di Sempaja ada yang kena demam berdarah, jadi sempat kami lakukan fogging,tapi satu kasus saja,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur