Ratusan pelajar akan mengikuti sejumlah tes yang berlangsung pada Selasa (30/1/2024) hari ini. Setidaknya ada 10 cabang olahraga (cabor) yang terlibat dalam talent scouting ini.
Kepala Sekretariat DBON Kaltim, Zairin Zain menjelaskan, pada pelaksanaannya, tim yang ada nanti akan melakukan tes untuk 10 orang ditiap sesinya.
“Tim akan tes per 10 orang, beberapa menit lalu ganti lagi 10 orang lagi. Item yang di tes ada tinggi badan, berat badan, ada yang sifatnya lari, tes keseimbangan, kemudian dia akan menggantungkan badannya, itu juga dites,” ungkap pria yang akrab disapa Zairin itu.
Jauh dari keluarga, anak-anak yang nantinya akan mulai diasramakan pada awal Februari 2024 ini akan didampingi oleh psikolog.
Dia menambahkan, untuk penetapan akhir dicari 120 anak, namun untuk mengikuti talent scouting ini, pihaknya masih membuka pendaftaran hingga sore hari untuk memberi kesempatan bagi calon peserta yang belum sempat mendaftar.
Zairin juga mengingatkan kepada peserta nantinya untuk menyusun persiapan dan hidup disiplin, mengingat membentuk kepribadian seorang atlet mulai dari pola hidup sehari-hari.
“Jangan bergadang, ingat kalian akan mengikuti talent scouting, kalian akan dites sesuai dengan kemampuan yang kalian miliki. Ini akan menentukan kalian akan ada di cabor apa,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, pihaknya juga mengajak sekolah sekitar Tower Kadrie Oening mulai tingkat SD, SMP dan SMA/SMK untuk memberikan keistimewaan pada calon atlet yang masuk dalam akademi olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma memberikan apresiasi atas kerja keras dan cerdas dari DBON Kaltim.
“Sehingga kita akan membentuk sebuah akademi, tentu dibutuhkan seorang talen. Jadi para orang tua atau wali sekalian saya sampaikan, hari ini anak-anak akan ditalen, dalam rangka mencari bibit unggul,” ujar pria yang akrab disapa AHK itu.
Selanjutnya, dia terus mendorong DBON Kaltim untuk mencati pelatih yang sesuai dengan spesifikasi atletnya. Pelatih tentu nanti bisa menyusun Program Prestasi Atlet (PPA) per anak secara digital. Dirinya juga terus menunggu update perkembangan dan evaluasi per anak dimasing-masing cabornya.
Editor: Maruly Z