Bulan Depan, DBON Kaltim Buka Akademi di Gelora Kadrie Oening Sempaja
2 menit baca722 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Desain Besar Olahraga Nasional Indonesia (DBON) Kalimantan Timur menjadwalkan pembukaan akademi pada awal Februari 2024 bulan depan.
Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim Zairin Zain mengatakan, jelang pembukaan mereka sudah melakukan seleksi dan persiapan terkait atlet yang akan dipilih. “Sudah kami laksanakan kejuaraan untuk 12 cabang olahraga se-Kaltim yang atlet-atlet terbaiknya kami seleksi untuk masuk akademi yang dipusatkan di Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda,” ujar Zairin kepada Korankaltim.com Senin (22/1/2024).
Di akademi nanti atlet yang ditampung berasal dari cabang olahraga pencak silat, taekwondo, karate, panjat tebing, balap sepeda, senam, aquatik, renang, panahan, angkat besi dan menembak.
Keseluruhan atlet sudah diseleksi dan DBON Kaltim sudah mendapatkan kurang lebih 280 atlet yang sudah masuk didalam penilaian. “Ke-280 atlet usia dini ini kemudian dari 12 cabang olahraga kami pilih, kemungkinan 120 atlet yang ditetapkan sebagai atlet akademi DBON,” jelas Zairin lagi.
Sebelum para atlet ini masuk ke dalam akademi, pihaknya akan melakukan talent scouting untuk menentukan bakat atlet tersebut. Apabila satu atlet cenderung memiliki bakat ke sepak bola maka dia akan ditempatkan cabor tersebut dengan dibarengi atletik. “Tetapi kalau tidak berbakat, didalam olahraga maka akan ada 1,2,3,4 pilihan karena dia tidak tepat didalam situ,” paparnya.
Percobaan sudah dilakukan dengan Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) dan pakarnya. Dari situ sudah diketahui, penempatan untuk cabor sepak bola hanya seorang saja. Inilah yang akan diperdalam dan dikembangkan oleh DBON Kaltim.
“Dari 280 itu nanti kita lakukan talent scouting, jadi itu akan kita lakukan pada 29,30 dan 31 Januari 2024 ini dan kami akan datangkan pakar olahraga yakni Prof Syahrial Bakhtiar,” tegasnya.
Sekadar diketahui bahwa Prof Syahrial Bahktiar adalah akademisi olahraga yang biasa bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat.
Nantinya, Prof Syahrial akan mengecek persiapan pesepak bola usia dini di Kaltim. Diungkapkan, hal ini karena adanya pemain bola yang ternyata kurang cocok di sepak bola.
“Ada yang memang pemain bola tapi dia tidak cocok di sepak bola sebenarnya. Larinya kencang tapi treble bolanya tidak cocok, menggiring bolanya juga kurang. Ini akan ditaruh ke atletik, pelari,” pungkas Zairin.
Editor: Aspian Nur









