Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras melalui Ketua Harian, Husinsyah menyampaikan dirinya menyambut baik adanya pemberian bonus di cabang olahraga (cabor) unggulan itu.
“Ini merupakan salah satu motivasi tersendiri dalam meningkatkan prestasi olahraga pencak silat di Kaltim. Saya memberikan apresiasi yang baik terhadap Pengprov IPSI Kaltim dan saya berhap hal ini sebagai aset prestasi bagi KONI Kaltim,” ujar Husin.
Dia juga menuturkan bahwa Pengprov IPSI cukup berperan dalam raihan prestasi kontingen Kaltim dari PON ke PON. IPSI Kaltim juga diketahui menyumbang 12 atlet dalam perolehan medali dalam BK PON XXI yang berlangsung di Solo pada 2023 lalu. Adapun 12 atlet yang lolos medali, dari 715 atlet yang lolos pada PON XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) mendatang.
“Selamat kepada atlet silat yang telah lolos untuk mengikuti PON yang akan datang. Tentunya ini mimpi kita masih panjang, meski hilal (bulan) kebaikan sudah terlihat dari hasil BK PON,” ungkapnya.
Seperti yang sudah diketahui, Kaltim menduduki posisi keempat setelah Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim) dan DKI Jakarta dengan raihan 88 emas, 70 perak dan 90 perunggu. Husin menekankan bahwa perjuangan yang sesungguhnya bukan pada BK PON ini, namun pada pelaksanaan PON XXI di Aceh dan Sumut nanti. Target yang diberikan adalah memperbaikan peringkat, yakni dari peringkat 7 menjadi peringkat 5. Dalam BK PON sendiri, KONI Kaltim menargetkan 70 emas.
Ketua Umum IPSI Kaltim, Andi Harun mengatakan dalam mencapai prestasi olahraga khususnya pencak silat, tentu ada beberapa aspek yang mempengaruhinya. “Yang pertama aspek mental spiritual, aspek seni budaya, serta aspek bela diri, dan aspek olahraga. Ini pula yang saya tekankan sebelum atlet IPSI Kaltim berangkat mengikuti BK PON di Solo beberapa waktu lalu.” jelasnya.
Dia juga membeberkan total ada Rp 215 juta yang dipersiapkan untuk atlet peraih medali di BK PON. Namun untuk rincian pembangian masih belum dijabarkannya.
Editor: Maruly Z