Pengurus dari 65 cabang olahraga termasuk KONI kabupaten dan kota juga seluruh anggota serta jajaran KONI Kaltim hadir pada Rakerprov sebagai bagian dari persiapan Benua Etam menuju PON XXI/2024 mendatang di Aceh dan Sumatera Utara.
Ketua Panitia Rakerprov KONI Kaltim Husinsyah menjelaskan ada beberapa agenda yang dibahas dalam kegiatan hari ini. “Antara lain persiapan Kaltim menuju babak kualifikasi PON tahun 2023 dan persiapan mengikuti PON XXI Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) 2024 mendatang,” kata Husinsyah.
Selain itu persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) VII Kaltim tahun 2026 mendatang juga masuk dalam agenda pembahasan.
Terpisah, Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus dan jajaran pimpinan yang terus berupaya menghantarkan atlet menjadi juara.
“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi karena semua punya komitmen menjadi pelayan atlet untuk juara,” kata Rusdi.
Rusdi juga meminta seluruh ketua KONI di daerah untuk tetap memperhatikan pembinaan atlet agar bisa memberikan kontribusi bagi daerahnya masing-masing juga mempersiapkan diri mengikuti Porprov VIII tahun 2026 di Kabupaten Paser dan PON XXI di Aceh dan Sumut.
KONI juga menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Kaltim untuk meningkatkan prestasi olahraga, diantaranya Unmul (Universitas Mulawarman), UMKT (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur), Untag (Universitas 17 Agustus), Uniba (Universitas Balikpapan), IKIP PGRI, Politehnik Balikpapan, Universitas Widyagama Mahakam, Politehnik Samarinda juga Institut Teknologi Kaltim.
Gubernur Kaltim Isran Noor yang hadir menyampaikan ranking prestasi olahraga Benua Etam dari bidang olahraga memang belum bisa melampaui Pulau Jawa.
“Tetapi di luar Pulau Jawa, Kaltim belum ada yang bisa menandingi. Meskipun jumlahnya sedikit, tapi kualistasnya luar biasa. Kemarin kita kalah dengan Bali di PON XX Papua, tapi ituhanya kesalahan teknis,” sebutnya.
Pada PON XXI Aceh dan Sumut 2024 mendatang, ia memastikan Kaltim akan kembali menguasai untuk wilayah luar Pulau Jawa.
Editor: Aspian Nur