“Sangat bagus, ini sudah sesuai dengan tugas DBON, mencetak atlet berprestasi usia dini. Kejurprov usia dini seperti ini yang diharapkan cabang olahraga bisa digelar rutin,” kata Ganda.
IPSI Kaltim akan memaksimalkan agenda Kejurprov KU ini sebaik mungkin dengan melibatkan atlet-atlet usia dini yang ada di seluruh daerah di Benua Etam agar tampil.
“Kami akan berkoordinasi dengan pengurus IPSI di daerah agar mereka mengirim atlet junior binaan mereka yang sesua dengan usia yang ditentukan di kejurprov ini,” imbuhnya.
Kolaborasi DBON dengan pengprov cabang olahraga juga disambut positif Ganda. “Hal seperti ini memang harus dilakukan agar pembinaan atlet di usia dini bisa terarah karena ada kejuaraan yang digelar,” papar Ganda
Sementara Supriyadi menyatakan hal yang sama dengan Surya Ganda. “Ini ajang yang sangat bagus yang digagas DBON, harus disikapi serius karena berhubungan dengan atlet pemula,” kata Supriyadi.
Dengan adanya Kejurprov KU ini Supriyadi berharap muncul atlet-atlet usia dinia dari atletik untuk selanjutkan dibina dan dipersiapkan membela Benua Etam di tingkat nasional bahkan internasional.
“Setidaknya dengan even seperti ini regenerasi atlet tidak terputus, akan selalu muncul atlet-atlet muda berprestasi,” ucapnya.
Seperti diketahui, DBON Kalimantan Timur akan menggelar Kejurprov KU Oktober mendatang di Kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda.
Wakil Direktur Bidang Teknis DBON Kalimantan Timur Sugeng Mochdar sebelumnya sudah menjelaskan, Kejurprov KU jadi even perdana mereka yang melibatkan pengprov cabor.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pengurus cabor untuk melaksanakan Kejurprov KU Oktober mendatang. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan masing-masing tiga cabor akurasi yaitu atletik, senam dan panjat tebing dan tiga lagi cabor combat atau bela diri yaitu taekwondo, pencak silat dan karate. Keenam cabor ini enam dari 14 cabang olahraga yang ada dibawah naungan DBON Kaltim,” kata Sugeng.
Kejurprov KU sendiri mempertandingkan dua kategori, yaitu kategori usia 9 sampai 12 tahun dan kategori 12 sampai 15 tahun dan semua atlet yang bertanding nol prestasi. “Maksudnya nol prestasi, atlet-atlet junior itu sudah latihan di klub dan di pengkot atau pengkab tapi belum pernah juara. Diharapkan dengan begitu muncul talenta-talenta muda yang bisa dibina DBON untuk berprestasi,” papar Sugeng lagi.
Kejurprov KU juga diintegrasikan dengan bidang industri yang ada di DBON Kaltim dengan tujuan menghidupkan pelaku usaha. “Kami mengundang pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), jadi nanti di lokasi pertandingan ada kegiatan lain selain UMKM juga ada lomba busana dan olahraga lain seperti E-Sports, yang pasti sifatnya industry olahraga,” pungkas Sugeng.
Editor: Aspian Nur