Hal ini disampaikan Timur Luri Saksono, Wakil Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kalimantan Timur usai menggelar rapat bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur Agus Hari Kesuma pekan lalu terkait PPLP ini.
“Empat cabang olahraga yang ada di PPLP sedang dirancang untuk masuk dalam pembinaan DBON Kalimantan Timur yaitu taekwondo, gulat, panahan dan soft tennis. DBON akan menyiapkan usulan dan proposal terkait hal itu, tapi untuk keputusan akhir tetap ada di kepala sekretariat,” kata Luri kepada media.
Diketahui PPLP selama ini jadi kawah candradimuka pembinaan dan pelatihan atlet berbakat dan potensial untuk dikembangkan untuk menjadi atlet berprestasi di masa mendatang. Setelah dari PPLP atlet berprestasi melanjutkan langkah mereka dengan masuk Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) yang lokasi nya berdekatan yaitu di Kompleks Stadion Utama Kaltim di Palaran, Samarinda Seberang.
Selain mempersiapkan proposal usulan kepada Dispora dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Timur mengingat PPLP masih dibawah naungan instansi tersebut, DBON Kalimantan Timur juga akan menyiapkan anggaran yang untuk tahap awal sebesar Rp500 juta.
“Nantinya akan ada sekitar 20 sampai 25 atlet PPLP yang dibina DBON dari empat cabang olahraga tersebut dengan empat pelatih. Prioritas kegiatan diarahkan pada pengadaan peralatan tanding juga try out atau uji coba untuk menambah pengalaman atlet. Yang jelas untuk tahap awal itu tidak bisa dipaksakan untuk sempurna,” sebutnya.
Khusus soft tennis, keputusan bisa tidaknya untuk dibina DBON ada pada Kepala Sekretariat Pelaksana Zairin Zain mengingat cabang olahraga itu tidak masuk dalam 14 cabang olahraga yang jadi prioritas DBON.
Dan ditahap awal ini DBON fokus pada PPLP Kaltim, selanjutnya ke PPLP di tingkat daerah yaitu kota dan kabupaten di Benua Etam.
“Semoga dengan dukungan Dispora dan Disdik PPLP bisa masuk di DBON karena arahnya ke depan akan ada pertandingan antar-PPLP se-Kalimantan bahkan Sulawesi. Atlet yang ada akan try out untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan yang muaranya demi prestasi di masa mendatang,” harap Luri.
Sementara Agus Hari Kusuma berharap pembinaan atlet muda yang dilakukan di PPLP bisa menghasilkan talenta-talenta muda yang dapat berkiprah di nasional maupun internasional.
"Keinginan DBON untuk merancang atlet -atlet PPLP bisa dilakukan sejak saat ini, dengan persiapan dan program yang lebih matang.
Tentu saja dari mereka diharapkan bisa lahir atlet-atlet berprestasi yang bisa mengangkat nama daerah hingga even internasional," kata Agus Hari Kesuma.
Editor: Aspian Nur