Didampingi anggota tim Sugeng Mochdar, Lury menyampaikan, draft naskah DOD dibuat oleh konsultan atau tim pakar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) untuk DBON Kaltim yaitu Prof Dr Tandiyo Rahayu, MPd, DR Iman Sulaiman Zamzami, MPd dan Jovinus Carolus Legawa, BSc, MBA. Naskah DOD ini nantinya akan menjadi pedoman untuk DBON Kaltim maupun kabupaten dan kota se-Benua Etam.
“Kami masih terus mempelajari draft naskah yang dibuat tim pakar dari Kemenpora RI. Harus cermat karena naskah ini nantinya jadi guidance (pedoman) untuk pengurus di lembaga DBON baik Kaltim maupun kota dan kabupaten,” kata Lury kepada Korankaltim.com Selasa (25/7/2023).
Lury menyebut apabila draft naskah selesai maka dilanjutkan pra uji publik dan selanjutnya uji publik yang rencananya digelar bulan depan. Penyusunan DOD ini menjadi pedoman dan tahap awal dari lima tahapan yang akan dilewati DBON Kaltim.
”DOD tahap awal disusun untuk rencana tahun 2024 hingga tahun 2026, setelah itu dibuat lagi tahun berikutnya dan DBON Kaltim bakal melakukan pencarian juga seleksi atlet-atlet usia dini, 9 sampai 12 tahun. Tugas DBON mencetak atlet junior untuk berprestasi yang berada di lapis ketiga dan kedua, berbeda dengan KONI yang membina atlet senior, atlet lapis pertama,” papar Lury.
Ia mengaku dalam penyusunan naskah ini memanglah memerlukan waktu yang tak sebentar mengingat di masa mendatang akan jadi pedoman pengurus karena didalamnya menyangkut hal-hal penting berkaitan dengan DBON, mulai dari program pengurus, cabang olahraga yang ditangani juga apa yang harus dilakukan demi kemajuan olahraga.
“Diharapkan dengan adanya naskah DOD itu semua yang diarahkan dari Kemenpora RI terkait keberadaan DBON di seluruh provinsi juga kota dan kabupaten yang diawali di Kalimantan Timur ini bisa berjalan sesuai keinginan yaitu mencetak atlet-atlet berprestasi dan juara ditingkah nasional juga internasional,” tutup Lury.
Dipaparkan Lury yang juga manajer tim kempo Kalimantan Timur pada PON XX/2022 di Papua ini, sasaran tiap tahap dari DBON berbeda namun muaranya jelas, memunculkan atlet-atlet berprestasi dari Benua Etam ke pentas nasional hingga internasional, mulai dari PON, SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade.
Seperti diketahui, DBON yang di Kalimantan Timur jadi provinsi pertama yang berdiri setelah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 mengenai DBON, menaungi 14 cabang olahraga prioritas masing-masing bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, senam artistic dan pencak silat. (*)