Terkait hal itu, membangun sekolah catur sedang dirancang Percasi Kaltim setelah melihat banyaknya potensi pemain catur yang tersebar di Benua Etam.
Ketua Umum Pecasi Kaltim Akhmed Reza Pahlevi menjelaskan hal tersebut kepada Korankaltim.com Senin (26/6/2023) hari ini. "Sekolah catur akan melibatkan stakeholder yang ada. Mungkin dengan mencari pembibitan usia dini dari SD, SMP dan SMA/SMK," kata Reza.
Percasi Kaltim akan melakukan penjaringan, baik tingkat RT hingga desa dan kecamatan. "Ada potensi pecatur tapi tidak bisa masuk klub membuat potensi tidak berkembang, hal seperti itu yang akan jadi perhatian kami," ujarnya.
Reza meminta pada kabupaten/kota untuk segera melebarkan sayapnya dalam bagaimana memantau dan bisa bekerja sama dengan masyarakat untuk melihat potensi di masyarakat.
Percasi juga akan meminta daerah memperhatikan potensi yang ada di lingkungan sekolah.
"Ini baru kamu rencanakan dan saat ini sudah tahap penyusunan tapi kami masih melihat dan meminta bagaimana lahan yang cocok untuk pembangunan gedung tersebut," papar Reza.
Kemungkinan Percasi Kaltim akan meminjam satu gedung atau lahan milik pemerintah provinsi yang tidak terpakai yang kemudian akan dibangun gedung sekolah catur.
Editor Aspian Nur