Tapi, sebelum gelaran PON, Pengurus Besar (PB) masing-masing cabor akan melaksanakan Pra PON yang diperkirakan mulai Juni sampai Oktober 2023. Cabor Jujitsu yang telah menyelesaikan seleksi, nantinya bakal berlaga pada kualifikasi Pra PON.
Wakil Ketua Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kalimantan Timur (Kaltim), Saptoko ungkap ada sebanyak 12 atlet yang telah berhasil lolos.
“Dari proses yang berlangsung kemarin, sudah ada 12 atlet yang lolos, dan itu terdiri dari delapan putra dan empat putri yang nantinya akan diikutkan di 12 nomor tanding,” ujar Saptoko, Kum’at (14/4/2023).
Saptoko mengaku saat ini masing-masing atlet masih berlatih di kabupaten/kota dan masih menunggu arahan terkait pelaksanaan Training Center (TC).
Hal itu juga untuk menjaga latihan dari masing-masing atlet tetap berlangsung intens dan terkontrol mengingat keterbatasan pendanaan.
“Untuk saat ini memang mereka latihan di daerahnya masing-masing, cuma ya kita berharap bisa ada pendanaan agar latihannya terpusat saja,” jelasnya.
Pada masa latihan jelang pertandingan, biasanya seluruh aspek akan diperhatikan salah satunya soal konsumsi atau gizi dari atlet yang akan sangat berpengaruh pada tenaga yang akan dikeluarkan.
Ia mengaku, dengan dana yang terbatas ini para atlet hanya makan alakadarnya, tidak ada yang khusus. Sebab waktu yang mepet dengan TC dan Pra PON membuat para atlet harus memaksimalkan latihan meski di Bulan Suci Ramadan. “Yang paling utama kan gizi ini harus benar-benar diperhatikan,” terangnya.
Meskipun begitu, jika melihat peluang Kaltim pada Pra PON ini, Saptoko yakin Kaltim mampu bersaing dengan daerah-daerah lain. Dirinya menargetkan enam atlet yang bakal lolos ke PON 2024 itu. Sebab dirinya selalu mengukur kemampuan dari masing-masing provinsi.
“Saya mengukur kemampuan Kaltim, tapi juga dengan provinsi lainnya. Pra PON nanti bakal berlangsung di Solo, Jawa Tengah (Jateng) bulan Juni nanti,” tutupnya.
Editor: Rusdianto