Terkait hal tersebut, Ketua Pengcab Muaythai Kutai Barat, Warni Widodo angkat bicara. Ia mengaku menyayangkan keputusan yang diambil Pengprov tersebut, dan ia juga menampik jika Surat Keputusan (SK) Kepengurusan yang dimilikinya sudah mati.
"Sebagai ketua Pengcab MI Kubar, saya disebut tidak fokus dan tidak terarah, apanya yang tidak fokus. Buktinya di Kejuaraan Daerah (Kejurda), Kejuaraan Provinsi, Kejurnas, Pekan Olahraga bahkan terakhir di Kejuaraan Dunia, melalui atlet Kubar kita sumbangkan medali untuk Indonesia dan tentunya untuk nama Kaltim, jikalau tidak fokus, tentu MI Kubar tidak akan berprestasi," tutur Warni Widodo, Selasa (28/03/2023).
Menurut Warni, sebenarnya yang dipermasalahkan ini adalah afiliasi Muaythai pengurus sekarang ke Internasional Federation Muaythai Ameteur (IFMA). Padahal menurut Warni, sejak berdiri pada 2012, Pengurus Muaythai Indonesia, menginduk ke World Muaythai Federation (WMF). Dan masih menurut Warni, Muaythai Indonesia cukup dikenal di WMF.
Buktinya, lanjut Warni kepengurusan Muaythai Indonesia diakui. Salah satu wujudnya, adakah dengan diundang WMF untuk mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan dunia di Bangkok, Thailand dan Indonesia berhasil sukses membawa pulang 1 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Dan atlet yang meraih dua medali perak di ajang tersebut adalah atlet asal Kubar, Kaltim.
"Seharusnya Pengprov bangga dengan prestasi atlet Kubar, yang membawa nama MI Kaltim, dan satu hal yang penting atletnya asli Kubar, bukan atlet bayaran dari luar daerah yang mengatasnamakan Kaltim," beber Warni Widodo.
Lebih lanjut, Widodo mempertanyakan pernyataan tidak fokus dan terarah yang dimaksud Pengprov tersebut.
Editor: Rusdianto