Diketahui, dalam jadwal kandang Pesut Etam di Stadion Segiri juga jadwal pertandingan di daerah lain di Indonesia, jam pertandingan dimainkan pukul 18.00 WITA atau jam enam sore, padahal hanya kurang setengah jam pertandingan berlangsung, azan Maghrib bergema di Kota Samarinda.
“Kalau jam 18.00 waktu luar Kalimantan tidak apa-apa karena mungkin belum masuk waktu salat Maghrib, tapi di Samarinda itu sudah dekat dengan azan dan masuk waktu salat,” kata Dandri.
Dandri berusaha mengajukan ralat jadwal terkait hal ini meski sebenarnya jadwal itu sudah keluar sebelum dirinya ditunjuk kembali jadi manajer Borneo FC.
“Ini masukan yang harus diterima dan perlu direspon apalagi berkaitan dengan masyarakat Samarinda, terutama mereka yang ingin nonton bola tapi bertepatan dengan waktu salat Maghrib. Kami akan coba komunikasikan,” paparnya.
Permasalahan ini akan dikomunikasikan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan pihak keamanan. Dandri juga mengaku saat ini dirinya menempatkan diri sebagai orangtua dari para pemain.
“Terus terang memang jadwal pertandingan jam enam sore memang mengganggu kosentrasi, karena itu penetapan waktu harus dikaji ulang,” tegasnya.
“Jadwal yang ditetapkan sekarang hanya berselang 20 menit dari kick off, ini akan mempersulit supporter atau penonton, meski ada masjid di kawasan Segiri,” terangnya.
Harusnya penetapan waktu bermain di daerah Kaltim tidak disamaratakan dengan daerah lain dan berharap bisa jadi pertimbangan kedepannya.
Sebelumnya mepetnya jadwal pertandingan dengan salat Maghrib ini sudah disuarakan Tommy Ermanto Pasemah, Ketua AS Kalimantan Timur. Tommy bahkan dengan tegas mengatakan jadwal yang dikeluarkan untuk Borneo FC di Samarinda tak masuk akal.
“Mengganggu orang yang ingin salat dan mengganggu orangyang ingin nonton bola,” tegas Tommy saat itu.
Borneo FC akan melakoni jadwal pertandingan selanjutnya menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri Rabu (8/3/2023) lusa pukul 18.00 WITA.
Editor: Aspian Nu