Terbukti, di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, digelar turnamen terbuka bertajuk Loa Kulu Pickleball Club (LKPC) yang berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Gedung DPRD Kutai Kartanegara Jalan Wolter Mongonsidi, Timbau mulai hari ini hingga Minggu (12/2/2023) nanti.
"Ada 128 pasangan atlet yang ikut di turnamen ini, berasal dari Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Muara Badak dan Samboja," kata Ketua LKPC Tuti Rahayu kepada Korankaltim.com, Kamis (9/2/2023) tadi usai pembukaan turnamen.
Diharapkan dari ajang ini tali silaturahmi antaratlet dan pengurus International Federation of Pickleball (IPF) sekaligus mengasah dan menguji hasil latihan yang selama ini dilakukan.
Ketua IPF Kutai Kartanegara Nurul Huda secara terpisah menjelaskan, pickleball masuk di Indonesia empat tahun silam sementara di Kutai Kartanegara baru 1,3 tahun. Meskipun baru, dengan pendanaan secara swadaya, IPF Kukar sudah banyak mengikuti berbagai turnamen dan prestasi yang membanggakan ialah pada turnamen World Pickleball International di Bali tahun lalu.
Disana atlet pickleball Kutai Kartanegara mampu mengibarkan bendera Merah Putih untuk tiga kategori yakni usia 50+, kategori 50+ advance mix dan kategori 18+. Semua kategori ini meraih peringkat ketiga pada ajang kejuaraan internasional di pulau Bali tahun lalu.
"Itu prestasi mentereng kami yang kami persembahkan untuk Kukar, semoga perhatian pemerintah besar dan peduli terhadap IPF Kukar saat ini dan kedepannya," harap Nurul.
Turnamen dibuka Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara H Sunggono. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aji Ali Husni, Ketua KONI Kukar Rahman, perwakilan Polres Kukar, Kodim 0906/KKR hadir pada pembukaan tadi.
Sementara Rahman siap memasukkan IPF sebagai anggota KONI Kutai Kartanegara setelah sudah mencoret cabang olahraga boling, layar, arum jeram dan berkuda,
"Kami akan masukkan IPF jelas ada atlet dan pengurusnya juga loyal. Secara legalitas kami masih menunggu ketika nanti Rakernas KONI Pusat sudah menyatakan masuk, kami pun akan masukkan IPF menjadi anggota di Kutai Kartanegara," kata Rahman.
Sunggono sendiri mengapresiasi IPF Kutai Kartanegara yang telah membantu pembinaan dan pengembangan SDM Kukar melalui bidang olahraga. "Ekosistem harus terbangun, seperti sarana prasarana dan sumber daya manusia yang tersertifikasi. Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh yang terlibat di kegiatan ini, kami harap KONI dan Dispora bisa memberikan dukungan yang maksimal untuk perkembangan olahraga pickleball ini," harap Sunggono.
Editor: Aspian Nur