Bukan tanpa alasan penghargaan itu diberikan PB Perkemi karena Indah dan Yulia menorehkan banyak prestasi dan mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Prestasi tersebut antara lain juara 2 Embu berpasangan I-Dan putri pada PON XVIII tahun 2012 di Riau, juara juara 1 embu pasangan putri I-Dan pada ajang internasional World Taikai In Japan tahun 2013, juara 2 Embu Putri I-Dan Sea Games Myanmar 2013, meraih emas di PON XIX/2016 di Jawa Barat Jabar Embu pasangan Putri I-Dan, medali emas PON XX/2022 Papua 2020 nomor 1 Embu Pasangan putri I-Dan serta medali emas juara 1 Embu beregu Campuran di ajang yang sama saat membela tim kempo Kalimantan Timur.
Penghargaan kepada Indah dan Yulia yang merupakan kenshi dari Kota Samarinda itu tak pelak membuat Ketua Pengprov Perkemi Kalimantan Timur Senpai Iskandar merasa bangga.
“Tentu saja kami merasa bangga dan senang karena penghargaan itu bukti apresasi dari PB Perkemi untuk atlet daerah yang berprestasi tak hanya ditingkat nasional tapi juga internasional,” kata Iskandar kepada Korankaltim.com Selasa (7/2/2023) siang tadi.
Diharapkan prestasi yang sudah didapatkan Indah dan Yulia bisa jadi pemicu dan pemacu serta motivasi bagi kenshi muda di Benua Etam.
“Kami berharap apa yang didapatkan Indah dan Yulia bisa jadi motivasi atlet kempo Kalimantan Timur untuk mengikuti jejak mereka,” harap Iskandar yang menghadiri HUT tersebut bersama Senpai Ramli.
Selain penghargaan kepada Indah dan Yulia, penghargaan juga diberikan PB Perkemi kepada Mansyurudin Kanduruk Junus, pelatih kempo Kalimantan Timur yang didapuk sebagai pelatih teladan.
“Untuk pelatih teladan, beliau selain pelatih juga staf di SKOI (Sekolah Khusus Olahraga Internasional) Kaltim. Kami senang karena selain atlet juga ada pelatih yang mendapat penghargaan dan kami berterima kasih kepada PB Perkemi atas apresiasi yang sudah mereka berikan,” ucap Iskandar.
Sementara Indah dan Yulia juga sangat bangga atas pemberian penghargaan ini. “Terus terang kami kaget dan terharu karena tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan dari PB Perkemi,” ujar Indah. “Mudah-mudahan ini dapat memotivasi atlet atau kenshi lainnya untuk dapat meraih prestasi seperti kami,” imbuh Yulia.
Editor: Aspian Nur