Panahan sendiri masuk dalam satu dari 14 cabang olahraga yang ada di DBON, karena itulah kejurprov ini jadi fokus perhatian bagi organisasi olahraga yang dipimpin Gubernur H Isran Noor dan dibawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut.
“Memang binaan DBON adalah panahan terutama atlet-atlet muda, karena itu kami akan memperhatikan atlet berprestasi, berkonsolidasi dengan pengurus Perpani agar di tahun 2045 mendatang muncul atlet panahan berstatus juara dunia dari Kalimantan Timur,” papar Zairin.
Pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kalimantan Timur akan DBON diminta untuk terus mengawasi. Karena itu perlu ada konsolidasi terkait fasilitas mereka, apa saja yang masih kurang akan didukung oleh DBON nantinya,” jelas Zairin lagi.
Disebutkan Zairin saat ini ada tiga atlet panahan Indonesia berasal dari Kalimantan Timur yang dengan prestasi mereka sudah mendapat tawaran dari daerah lain. Tapi saya tegaskan kepada ketua Perpani Kaltim jangan sampai pindah ke daerah lain, karena itu aset daerah yang harus dijaga, dipertahankan dan diciptakan lagi atlet-atlet baru agar bisa mendampingi tiga atlet nasional yang sudah ada,” ucap Zairin.
Khusus untuk pelatih berstandar nasional yang juga ada di Kaltim dan ikut memberikan penilaian pada kejurprov panahan ini, DBON Kaltim akan berusaha meningkatkan sertifikasi mereka. “Yang pasti DBON Kaltim akan membina dan meningkatkan kemampuan atlet dan pelatih di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Husinsyah mewakili KONI Kaltim berharap panahan bisa terus menunjukkan prestasi terbaik. “Panahan ini satu dari beberapa cabang olahraga andalan Kaltim di tingkat nasional seperti PON, karena itu pembinaan harus terus dilakukan agar terus muncul atlet muda berprestasi,” ujar Husinsyah.
Sementara Agus Tianur memberi apresiasi kepada Perpani Kaltim yang menggelar kejurprov ini tanpa menggunakan anggaran daerah. “Itu bukti Perpani Kaltim berhasil memban gun kepercayaan publik dengan prestasi mereka sehingga banyak yang mau membantu sehingga kejurprov ini bisa digelar,” ujar Agus Tianur.
Diharapkannya dari kejurprov panahan untuk atlet muda seperti ini bisa melahirkan pemanah potensial yang bisa berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. “Terpenting bagaimana manajemen dan pola pembinaannya karena Kaltim juga bersaing dengan daerah lain, jadi harus dilihat bagaiman model pembinaannya,” tegas Agus Tianur.
Disebutkan Agus Tianur, saat ini pemerintah sudah memiliki DBON yang disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju Olimpiade sebagai target utama. “Bukan tidak mungkin dengan pembinaaan yang terarah dan profesional, ada pemanah dari Kalimantan Timur yang membela Indonesia," ucapnya.
Ketua Umum Perpani Kalimantan Timur Sutomo Jabir mengakui kalau kejurprov ini memang dibantu oleh beberapa perusahaan yang ada di Benua Etam. “Kami berharap dengan bantuan yang diberikan dari ajang ini bisa memunculkan pemanahn berprestasi, apalagi mereka yang bertanding usianya masih muda, belasan tahun. Diharapkan mereka bisa bersaing dengan maksimal dan mengedepankan serta menjunjung tinggi sportivitas,” kata Sutomo. “Perpani Kaltim akan konsisten membina atlet berprestasi agar bisa mengangkat nama daerah ke pentas nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Kejurprov yang berlangsung hingga 24 Desember ini selain diikuti pemanah dari beberapa daerah di Kalimantan Timur juga beberapa klub panahan dengan 11 nomor tanding diantaranya standar bow pra junior 10 meter untuk atlet berusia 12 tahun, standar bow junior 20 meter untuk atlet kelahiran 2008 atau 14 tahun, standar bow U-15 30 meter untuk pemanan berusia 5 tahun, barewob junior dan horsebow junior masing-masing 10 meter, pemula 5 meter untuk pemanah berusia 10 tahun, standar bow umum 40 meter, barebow umum 50 meter, compound umum 50 meter dan recurve umum 70 meter.
Sutomo Jabir pada kesempatan tersebut memberikan plakat kepada Kadispora, KONI dan DBON Kalimantan Timur sebagai ucapan terima kasih karena sudah memberikan perhatian kepada cabang olahraga olahraga panahan.
Editor: Aspian Nur