Ketua Pengkot Federasi Olahrada Karate-Do Indonesia (FORKI) Balikpapan, Mayor Chb (K) Suryani Panjaitan menyebut jumlah karateka yang diturunkan pada Porprov kali ini memang lebih sedikit dibanding Porprov Kaltim sebelumnya. Tercatat pada Porprov 2018 lalu, Forki Balikpapan menerjunkan 21 karateka.
"Dari sisi jumlah memang berkurang banyak. Karena memang yang diberangkatkan hanya mereka yang potensi masuk zona medali,” ucap Suryani, Minggu (20/11) siang.
Minimnya atlet yang berlaga, Suryani menargetkan realistis, ada empat emas dari 17 emas yang diperebutkan. Selain jumlah atlet yang minim, Suryani juga mengaku persiapan atlet cukup terkendala dinamika yang berkembang terkait jadwal Porprov dan keberangkatan kontingen.
“Pasti ada pengaruh, program latihan juga sedikit terganggu. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Balikpapan,” ujarnya.
Untuk kompetitor di cabor karate, Samarinda dan Kukar sebagai lawan paling berat. Hal ini berkaca dari kejuaraan maupun turnamen yang selama ini diikuti.
“Samarinda paling kuat, sementara Kukar juga tidak boleh diremehkan, persiapan mereka bagus,” tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Rusdi