Kepada Korankaltim.com Minggu (26/6/2022) pagi tadi, Alphad menyampaikan landasan gerak BaPSPI merupakan amanah dari Instruksi Presiden (Inpres) 3 Tahun 2019 Tentang Pembangunan Percepatan Persepakbolaan Nasional.
"Intinya kami membantu pengembangan kemampuan pesepakbolapemula," kata Alphad.
Pengembangan ini ditujukan untuk para pemain, pelatih dan wasit, mulai dari membantu menyekolahkan pemain yang kekurangan biaya hingga sertifikasi wasit.
Program prioritas masa kepemimpinannya adalah membentuk training camp yang berlokasi di Kutai Kartanegara atau Samarinda. "Itu untuk tempat pendidikan dan pelatihannya," ucap mantan Ketua DPRD Samarinda ini.
Dalam waktu dekat Alphad akan melakukan komunikasi dengan kepala-kepala daerah dan instansi terkait untuk berkoordinasi menyoal hal-hal yang menjadi prioritas lainnya.
"Harapan saya pesepakbola muda bisa terbantu dengan adanya BaPSPI ini, mimpi mereka bisa terwujud untuk jadi jadi pemain nasional," jelas Alphad lagi.
Alpad menginginkan pembangunan sepakbola yang luar biasa di Benua Etam karena saat ini masih ada kekurangan sehingga hadirnya BaPSPI dapat melengkapi dan menyempurnakan kekurangan itu
Sementara Yudo Hadiyanto menjelaskan organisasi ini yang fokus murni menjalankan Inpres Nomor 3 tahun 2019 karena diakui sepakbola Indonesia masih belum begitu maju.
"Inpres Nomor 3 Tahun 2019 ini adalah solusi. Kehadiran BaPSPI ini solusi karena murni menjalankan Inpres dan kami sudah berkoordinasi dengan PSSI," jelas Yudo.
Kalimantan Timur provinsi kelima terbentuknya BaPSPSI. "BaPSPI akan menjalankan kompetisi dibawah naungan empat kementerian, untuk SSB (sekolah sepakbola) di bawah Kemenpora, SD, SMP dibawah Kementerian Pendidika, kompetisi yang diikuti santri dibawah Kementerian Agama serta kompetisi diikuti usia kampus yang 17 tahun ke atas sampai 22 tahun," papar Yudo.
Kompetisi yang dijalankan BaPSPI khusus untuk usia pembinaan di level bawah cikal bakal pemain sepakbola dan bukan untuk kompetisi profesional seperti Liga 1.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur