Adalah Gubernur Kaltim H Isran Noor yang melakukan peresmian pergantian nama Kompleks Stadion Madya Sempaja menjadi Gelora Kadrie Oening tersebut hari ini, disaksikan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, Wali Kota Samarinda H Andi Harun juga keluarga dan para sahabat almarhum HM Kadrie Oening.
"Nama beliau sangat pantas diabadikan untuk bangunan infrastruktur seperti gelanggang olahraga ini. Jadi tidak perlu diragukan lagi," kata Isran Noor dalam sambutannya sebelum peresmian pergantian nama stadion tersebut.
Diakui orang nomor satu di Benua Etam itu, banyak sejarah yang belum terungkap dari hal-hal baik yang sudah dan direncanakan oleh almarhum HM Kadrie Oening, mantan Wali Kota Samarinda periode 1967-1980 itu.
"Terima kasih atas dukungan semua pihak. Ini sebuah momen sejarah yang harus dicatat semua orang. Beliau juga yang membersihkan becak dan menata kota. Sekarang masyarakat Samarinda tinggal menikmati dan diteruskan oleh wali kota selanjutnya," papar Isran.
Beberapa warisan sejarah HM Kadrie Oening antara lain penataan Taman Hiburan Gelora menjadi Kompleks Pertokoan Citra Niaga, berperan dalam penambahan luas Kota Samarinda, relokasi Sungai Selili, konseptor Stadion Segiri, merancang jembatan di Sungai Karang Mumus dan menggagas dibangunnya Stadion Madya Sempaja Samarinda.
HM Kadrie Oening juga dikenal sebagai pelaku sejarah peletakan dasar perubahan dan pembangunan Kota Samarinda. Selain beberapa pejabat, hadir pula dalam peresmian pergantian nama stadion itu tokoh olahraga yang ikut berperan dalam kemajuan olahraga tak hanya Samarinda tapi juga Kalimantan Timur.
Mewakili keluarga almarhum HM Kadrie Oening, Sam'ani menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas diberikannya restu oleh gubernur atas perubahan nama stadion tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Isran Noor dan jajaran. Kami yakin beliau tidak lupa kalau rumah almarhum HM Kadrie Oening pernah ada di depan stadion ini," ungkap Sam'ani.
Sementara Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengaku senang dan bangga atas penyematan nama Wali Kota ke - 3 di Samarinda untuk stadion tersebut.
"Pemberian nama ini tentu akan mengingatkan kita dan masyarakat semua dari generasi ke generasi kalau sejak dulu para orangtua kita menginginkan Samarinda ini berubah dan berbenah. Satu diantara simbol pemimpin yang memiliki momen itu adalah bapak Kadrie Oening," ungkap Andi Harun usai acara hari ini.
Menurutnya cara mencintai Wali Kota ke - 3 di Kota Samarinda sekaligus sebagai cara mencintai Kota ini yakni mendukung dan bersama - sama berkontribusi menciptakan Kota Samarinda yang nyaman, diantaranya banjir dapat teratasi dan mengatur tata kota menjadi lebih indah dan rapi.
"Kemudian semua bisa bersama - sama membangun perekonomian Kota Samarinda ini. Itulah cara terbaik untuk mengenang dan merefleksikan gagasan besar yang pernah dilakukan oleh bapak Kadrie Oening," papar Andi Harun.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, Agus Tianur menjelaskan latar historis pengusulan nama Kadie Oening untuk nama stadion milik pemerintah provinsi Kaltim berawal sejak kurang lebih lima tahun yang lalu.
Melalui pertemuan - pertemuan dari pihak keluarga dan sahabat kemudian bersepakat pada akhir tahun lalu pihaknya mengusulkan kepada Gubernur dan mendapatkan persetujuan.
"Kisah dan perjalanan pengusulan nama tersebut tidak semata - mata datang dari Pemerintah saja namun berasal dari kehendak dan keinginan masyarakat melalui representasi beberapa tokoh masyarakat yang mengusulkannya," jelas Agus Tianur. (*/kk)
Editor: Aspian Nur