Hanya saja seleksi harus ditunda karena bersamaan dengan ujian kenaikan sekolah yang berlangsung mulai Selasa (17/5/2022) besok. Akhirnya diputuskan seleksi tenis Pra-Popnas berlangsung 6-11 Juni mendatang, itupun juga belum final, karena menyangkut masalah entry by name.
Agustianur pada Rakerprov dengan tema Perkokoh Solidilitas Organisasi untuk Kemajuan dan Peningkatan Prestasi itu menjelaskan, upaya pemerintah untuk meningkatkan prestasi olahraga, memulai babak baru.
Desain Besar Olahraga (DBON) menjadi tumpuan untuk mencetak atlet berprestasi dilevel internasional. Sasaran dari DBON sendiri, berprestasi di multi event seperti SEA Games yang saat ini berlangsung di Vietnam, Asian Games dan Olympiade.
Sebanyak 14 cabang olahraga kini masuk dalam program DBON yang diyakini mampu bersaing dilevel internasional.
“Meski sudah ditetapkan 14 cabang olahraga, bukan berarti menjadi harga mati. Sistem promosi dan degradasi, akan diterapkan. Dalam bebrrapa waktu yang telah ditentukan dan tidak bisa meningkatkan prestasi, maka kedudukannya di DBON akan tergantikan. Kaltim dan Jatim menjadi pilot project pengembangan DBON di Tanah Air,” sebut Agus Tianur.
Sementara itu Korankaltim.com Senin (16/5/2022) hari ini, Zairin Zain menyatakan optimisnya terhadap pembinaan atlet tenis daerah yang mana Dispora memegang kendali terhadap pembinaan cabor secara langsung.
Kaltim sendiri dalam Pra-Popnas berada di zona empat bersama tim kuat Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Persiapan atlet harus di utamakan karena persiapan yang baik akan menghasilkan pemain hebat,” tegas Zairin.
Editor: Aspian Nur