Hal ini diungkapkan pelatih angkat besi PPLPD Samarinda, Rendy R Ary kepada Korankaltim.com Minggu (24/4/2022) hari ini.
Selama ini atlet PPLPD masih sulit diawasi karena alat transportasi menuju tempat latihan. Dengan adanya pemusatan atlet bisa lebih fokus dengan kewajibannya sebagai atlet.
"Kalau sekarang uang saku lebih baik tapi untuk menjaga disiplin kurang karena atlet tidak bisa dikontrol, terbentur masalah makan juga kendaraan. Kalau sudah dipusatkan atlet mau tidak mau wajib mengikuti peraturan," paparnya.
Pengawasan atau monitoring aktivitas atlet selama ini sulit dilakukan karena mereka tidak berada di satu tempat atau mess.
Kalau ada pemusatan atlet dalam satu ruang lingkup mampu menjawab kendala-kendala yang selama ini terjadi.
"Harapannya kedepan atlet PPLPD bisa bergabung dalam satu mes untuk mempermudah monitoring atlet. Kalau terpecah-pecah seperti ini susah untuk dipantau, agak sulit," papar Rendy.
Rendy meyakini atlet binaanya mampu berkembang lebih pesat kalau tinggal didalam mes karena proses pemantauan lebih mudah.
Apalagi selama ini PPLPD Samarinda sudah memiliki kelengkapan sarana latihan dan pembinaan yang bagus.
"Kalau disentralkan di mess seperti SKOI (Sekolah Khusus Olahraga Internasional), PPLPD pasti bisa melewati SKOI, lebih baik lagi karena kami punya materi yang bagus, sarana yang lengkap di Samarinda,” jelasnya.
Atlet PPLPD sendiri saat ini disiapkan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2022 di Berau dimana ada delapan atlet yang disiapkan untuk memperkuat Samarinda dengan target 6 medali emas.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur