Melihat dari dukungan yang telah dikantongi tentu seluruh forum mendukung penuh Rusdi memimpin KONI Kaltim lima tahun ke depan. Dengan membawa visi KONI Kaltim Adalah Kita, Rusdi berharap roda organisasi yang di bawanya akan menjunjung tinggi kebersamaan dalam menuju kejayaan olahraga.
Untuk merealisasikan visinya, tentu ia akan menggalakan melalui misi yang akan dijalankannya yakni Kaltim Berdaulat dalam peningkatan prestasi olahraga dengan memberdayakan atlet-atlet daerah, meningkatkan pembinaan olahraga melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui olahraga, dan mendorong setiap kota/ Kabupaten menjadi kekuatan utuh dengan memiliki minimal satu cabor unggulan.
Selanjutnya Rusdi menyebutkan akan menggarap kepengurusannya sebelum batas yang ditentukan oleh hasil sidang dalam Musorprov itu yakni 30 hari dan tentu akan memilih pengurus yang memiliki tekad untuk menjalankan organisasi.
"Sebagai ketua formatur saya harus bekerja bagaimana menyusun kepengurusan yang diberi batas waktu oleh pimpinan sidang musorprov adalah 30 hari dan kami berharap tidak sampai 30 hari itu selesai," Kata Rusdi.
Selanjutnya langkah yang akan dirinya lakukan adalah mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke VII di Berau pada November 2022 nanti.
Selain itu, program yang telah dilakukan Zuhdi Yahya sebagai ketua sebelumnya akan dilanjutkan dengan pertimbangan melestarikan yang baik dan meningkatkan yang masih kurang demi kejayaan olahraga Kaltim.
"Kita akan memikirkan bagaimana persiapan Porprov di Berau pada November 2022. Yang tentunya itu adalah hasil yang akan memunculkan embrio kita untuk menuju Pra PON 2023 dan menghadapi PON 2024 di Aceh-Sumut," Sambungnya.
Mengingat dalam prosesi pemilihan ketua Umum KONI Kaltim terdapat beberapa dinamika dan menghasilkan beberapa cabang olahraga terberai dari barisan, tetapi sebagai ketua, Rusdi gigih untuk menyatukan kembali harmonisasi dan sportifitas antara KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, pengprov cabor dan atlet.
Ia akan merangkul dan menjadikan olahraga Kaltim lebih harmonis sehingga fokus utamanya adalah pembinaan atlet tanpa harus memikirkan kisruhnya tubuh olahraga Kaltim sendiri.
"Untuk beberapa cabor yang tidak terlibat, saya akan rangkul semua karena ini adalah bagian dari kita, bagaimana kita bersatu membuat olahraga ini menjadi kuat jangan sampai ada permusuhan dan olahraga ini nafasnya persahabatan dan sportifitas, ini akan saya rangkul tanpa menciptakan sekat dan maju bersama dalam kebersamaan," tutupnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah