Laga tersebut dibuka secara langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang ditandai secara simbolis dengan tendangan bebas.
AH, sapaan akrab Andi Harun, menyebut kegiatan semacam itu harus dilakukan secara rutin dan diperbanyak sebab itu merupakan salah satu motivasi dan ajang pembinaan bagi cabang olahraga.
Selain itu, event ini juga mampu menjadi ladang untuk mengantisipasi tingkat kejenuhan atlet yang semakin tinggi karena terlalu sering latihan.
"Oleh karena itu kita dorong semua cabor menggalakan event agar event itu bisa menjadi sarana evaluasi juga tingkat penguasaan teknis, mental, dan motivasi pertandingan," kata AH.
Ketua panitia pelaksana, Soeratin U-17, Fatham Sugianto menjelaksan mengenai minimnya peserta. Menurutnya, hal ini disebabkan karena ketidaksiapan dari Askab-Askab dalam persiapan timnya, berawal dari sembilan peserta yang mana pada saat mendekati pelaksanaan menyusut menjadi lima peserta.
Selain itu persiapan yang telah dilakukan juga sudah lima bulan sebelum kegiatan itu terlaksana sehingga dirasa panitia pelaksana sudah sangat matang untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
"Ketidaksiapan dari Askab PSSI di masing-masing daerah, karena askot sudah mempersiapkan U-17 dari lima bulan yang lalu," Ujarnya.
Kegiatan semacam ini biasanya digelar oleh Asprov akan tetapi tahun ini tampil berbeda yang mana Askot yang menjadi pelaksana, Fatham pun menyebut ini merupakan wujud upaya dalam meningkatkan sepakbola di Samarinda.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah