Musprov turut dihadiri 10 pengcab kabupaten/kota, Sekjen PP Pertina Warta Ginting dan Wakil Ketua II KONI Kaltim, Sumarlani.
Diketahui Ismail pada PON XX di Papua, merupakan manager tim tinju Kaltim, dengan raihan satu medali perunggu yang dipersembahkan petinju bernama Rahman Manurung.
Ismail mengaku akan langsung bergerak cepat dalam membentuk struktur kepengurusan. Setelah itu, ia pun akan melakukan rapat koordinasi dengan 10 pengcab kabupaten/kota dalam pencarian bibit-bibit atlet di daerah.
"Iya, karena daerah-daerah ini kan yang memiliki atlet, sehingga untuk mencari potensi-potensi bibit atlet, kami akan melaksanakan kejuaraan rutin tahunan," tuturnya.
Selain itu, ia pun nantinya akan memanggil seorang pelatih bertaraf nasional, untuk melatih petinju Benua Etam, yang kemudian nantinya akan dipersiapkan menuju ajang PON 2024 mendatang di Aceh-Sumatera Utara (Sumut).
"Menuju PON di Aceh-Sumut harus dipersiapkan lebih awal, sehingga prestasi yang perunggu saat di PON Papua, ini bisa naik menjadi medali emas. Ya, salah satunya kami akan memanggil pelatih taraf nasional untuk melatih atlet-atlet kami ini," ujarnya.
"Jadi, ke depannya ini bagaimana caranya untuk menghidupkan sasana-sasana yang ada, salah satunya ya itu menggelar kejuaraan-kejuaraan se-Kaltim, dari situ akan terlihat bibit-bibit atlet yang potensial," sambungnya.
Ismail pun memberikan apresiasi kepada petinju Benua Etam, Rahman Manurung yang berhasil membawa pulang medali perunggu di ajang PON XX di Papua beberapa waktu lalu.
Bentuk apresiasi tersebut berupa pemberian bonus sebesar Rp 50 juta, juga dua pelatih tinju Kaltim yang masing-masing diberikan Rp 15 juta.
Penulis:Nancy
Editor : Bambang Irawan