Jokowi meminta untuk melakukan review total terhadap ekosistem olahraga nasional dan melakukan perbaikan tata kelola pembinaan prestasi serta melakukan sinergitas antara pemangku kepentingan olahraga nasional dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah.
Dengan demikian, Amali dan stakeholder menyusun Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai panduan dan pedoman dalam pembinaan prestasi olahraga. "Kami sadar tidak ada prestasi yang dihasilkan dengan instan. Untuk menghasilkan prestasi olahraga dibutuhkan pembinaan jangka panjang, yang terencana terstruktur dan berkesinambungan," kata Amali dikutip dari laman resmi Kemenpora.go.id hari ini.
Namun demikian, hal itu harus ada dukungan elemen-elemen penunjang lainnya. Disamping itu, dalam pembinaan olahraga modern, unsur sport science harus dijadikan sebagai panduan utama dalam melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat dunia.
"Selain itu kita harus menempatkan olahraga sebagai bagian terpenting dalam pembentukan sumber daya manusia yang tangguh berkarakter dan punya kemampuan untuk bersaing," jelasnya.
Amali mengingatkan pembiayaan untuk kegiatan olahraga harus dipandang sebagai investasi bukan biaya semata atau cost. "Kita tidak boleh mendapatkan prestasi by accident, prestasi itu harus dicetak atau dengan kata lain prestasi harus by design sehingga segala sesuatunya yang berkaitan dengan pembinaan prestasi harus punya rujukan yang jelas dengan ukuran-ukuran yang pasti dan bisa beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi," papar Amali.
Tepat pada Haornas ke 38 ini, DBON telah resmi memiliki payung hukum yakni Peraturan Presiden (Perpres) No 86 tahun 2021. "Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Perpres Nomor 86 tahun 2021 tentang DBON. Ini juga sebagai penanda hari ini lahir harapan baru untuk prestasi olahraga Indonesia, penanda dimulainya implementasi DBON," ucapnya Pada Haornas ke-38 ini, Amali memberikan penghargaan kepada sejumlah orang yang dinilai telah berkontribusi terhadap kemajuan prestasi olahraga nasional dari berbagi latara belakang sperti atlet, dosen, pelatih, wartawan, pimpinan cabang olahraga, dan pimpinan organisasi olahraga.
"Pemerintah akan memberikan penghargaan kepada mereka yang sudah berprestasi dalam berbagai kejuaraan tingkat dunia khususnya di ajang Olimpiade dan Paralimpiade," sebut Amali. Haornas ke-38 ini turut dihadiri Presiden Joko Widodo, para menteri kabinet, kepala daerah, pimpinan cabang olahraga dan sejumlah anggota DPR RI.
Editor: Aspian Nur