Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Berau Saharuddin kepada korankaltim.com menjelaskan, atletik merupakan olahraga yang sangat erat kaitannya dengan kekuatan fisik. Karena itu dalam upaya menjaga fisik atlet tetap kuat dan prima, dirinya menginstruksikan atlet-atletnya untuk konsisten melakukan latihan rutin secara mandiri.
“Karena Stadion Batiwakkal yang menjadi lokasi latihan rutin ditutup karena PPKM Darurat, kami meminta atlet latihan rutin di rumah masing-masing. Kami juga memberikan mereka program latihan untuk dijalankan setiap harinya,” kata Saharuddin Kamis (22/7/2021) hari ini.
Atlet atletik tidak bisa diistirahatkan latihan karena tiga atau empat hari saja atlet libur latihan, akan sangat berpengaruh terhadap fisik. Paling tidak, atlet harus melakukan latihan fisik ringan seperti lari kecil atau joging setiap harinya.
"Mereka pasti kami kontrol, meskipun melakukan latihan mandiri. Dengan latihan itu juga, fisik atlet tetap terjaga, meskipun tidak sebaik saat melakukan latihan rutin bersama," sambungnya.
Saharuddin berharap penyebaran Covid-19 di Bumi Batiwakkal segera menurun. “Kami bersiap, termasuk mematangkan fisik atlet. Makanya program latihan tetap jalan. Karena untuk meraih prestasi, tidak bisa instan. Harus melalui proses panjang," ucap Saharuddin.
Selain atletik, cabang olahraga lain juga menerapkan latihan mandiri. Hal itu dilakukan juga demi menjaga kesehatan atlet dari penularan Covid-19 yang semakin meningkat.
Penulis : Tri Romadhani
Editor: Aspian Nur