KONI Kukar terus bekerja dan bukti nyata adalah dengan telah aktifnya Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) yang merupakan perpanjangan tangan KONI Kukar yang ada di 18 Kecamatan.
"Alhamdulillah 18 Kecamatan sudah terbentuk semua KOK dan berjalan dengan baik, ketika 18 kecamatan sudah terbentuk maka efeknya ke 56 Cabang Olahraga. Ketika 56 Cabor ini ingin berkembang maka hubungi KONI Kecamatan, KONI tidak berharap 56 Cabor itu ada di seluruh 18 Kecamatan, tapi setidaknya ada Cabor unggulan yang ada di masing-masing kecamatan," kata Rahman kepada korankaltim.com, Jumat (16/7/2021).
Maman sapaan akrabnya mengungkapkan, dari hasil analisa KONI Kukar, di 18 kecamatan ada tujuh cabang olahraga andalan yang sudah populer dan bermasyarakat di 18 Kecamatan. Olahraga tersebut ialah sepakbola, bola voli, tenis meja, catur, silat, takraw dan bulutangkis.
"Ini sudah bermasyarakat di 18 kecamatan. Ini yang memang perlu andalan perlu fasilitasi kawan-kawan KONI Kecamatan. Kemudian KONI telah memberikan anggaran untuk pembinaan olahraga yakni dengan melaksanakan selekcab dan selekda untuk menarik atlet-atlet yang ada di kecamatan. Masing-masing Cabor dari 56 sudah melakukan selekcab dan selekda," ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen dan perhatian KONI Kukar terhadap keberlangsungan olahraga di Kukar, seluruh Cabor sudah diberikan bantuan untuk melaksanakan penataran pelatihan pelatih dan wasit sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Cabor-cabor.
"Rata-rata lisensi pelatih dan wasit itu sudah expired, jadi kita bantu untuk melakukan penataran pelatih dan wasit. KONI Kukar juga telah memberikan bantuan dana operasional ke Cabor, masing-masing sebesar 35 juta. Dan ini dari dana KONI yang memang minim dan semaksimal mungkin kita alokasikan untuk olahraga," jelasnya.
Mantan atlet basket kebanggaan Kukar ini menegaskan, anggaran yang diajukan ke pemerintah kabupaten untuk bisa dikelola oleh KONI Kukar, hanya 25 persennya saja dipergunakan untuk internal KONI Kukar. "75 persennya dialokasikan untuk seluruh cabang olahraga. Inilah yang membuktikan bahwa kami memang sangat peduli dengan olahraga dan kerja keras dengan olahraga. Porprov ini untuk mengharumkan Kutai Kartanegara di bidang olahraga, karena memang minimnya anggaran ke KONI namun memang kita pahami walaupun covid tapi setidaknya olahraga jangan sampai stop dan stagnan. Ketika covid juga, kami berjalan ke semua desa untuk terus mensosialisasikan dan mensukseskan keberlangsungan olahraga yang ada di kecamatan," pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan