Pelatih Kepala Tim PON Kaltim, Rahmat Hidayat mengatakan pertandingan melawan Askab Kukar Selection ini sebagai upaya peningkatan fisik dan bahan evaluasi usai melaksanakan pertandingan persahabatan dengan Borneo FC beberapa hari yang lalu.
“Ini sparing uji coba yang ketiga, kita melihat evaluasi lawan Borneo FC kemarin, kalau kemarin kan kita banyak menunggu bola, untuk laga sore ini kita arahkan untuk mempressing,” kata Coach Rambo sapaan akrabnya kepada korankaltim.com, Rabu (24/3/2021).
Rambo mengungkapkan untuk komposisi pemain dipastikan akan terus berubah, karena saat ini dan ke depan tim kepelatihan akan terus mencari pemain yang dianggap layak menjadi 11 pemain utama yang akan menjadi andalan pada PON Papua mendatang.
“Memang ada beberapa pemain yang kita coba, kemarin kan ada tiga pemain pro, namun karena regulasi, jadi kita masih mencari pemain lagi. Jadi masih pelan-pelan kita cari sparing ada yang bagus kita coba latihan bersama,” ungkapnya.
Game 11 lawan 11 ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana fisik pemain yang selama ini sudah mendapatkan porsi latihan. “Sebetulnya sparing ini untuk mengetahui kondisi meningkatkan fisik, dia sudah dilatih fisik sampai sejauh mana dia bisa bermain. Selanjutnya pasti kita ada sparing lagi dengan kesebelasan lainnya,” tambahnya.
Ketua Askab Kukar, H Ardinansyah menyatakan pertandingan tadi sebagai tolak ukur dan bahan evaluasi tim kepelatihan terhadap komposisi pemain yang dimiliki oleh Askab Kukar. “Jauhlah antara PON dan Askab, anak-anak Askab baru proses terbentuk dan baru ketemu, namun harus tetap semangat, karena kalau PON ini jam terbangnya sudah melesat,” ujarnya.
Adapun hasil akhir pertandingan yang diwarnai guyuran hujan ini berkesudahan dengan skor 1 vs 5 untuk keunggulan Tim PON Kaltim. “Kita harap tim kepelatihan bisa mengevaluasi dari pertandingan tadi, dan harapannya agar anak-anak bisa terus giat dan bisa mencontoh senior yang ada di PON,” harap Haji Nan sapaan akrabnya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan