"Dan kami berterimaksih kepada Kadispora yang baru, memberikan keleluasaan kami, untuk menggunakan lapangan ini, dan beliau juga sudah komitmen," sebut Yunus. Dirinya berharap untuk TC tersebut bisa terus berkelanjutan. Dan jika berlanjut, pihaknya akan meminta kepada pelatih untuk TC ini dilakukan hingga bulan suci Ramadhan.
"Jadi, setelah puasa kami liburkan dulu, kemudian selesai lebaran, kami akan kembali menjali TC dan itu sampai PON," papar Yunus lagi. "Itu terlepas dibiayai atau tidak oleh KONI, karena saya berkeinginan anak-anak ini menjadi pemain yang bagus, dan mudahan nantinya mereka bisa berbuat banyak di PON Papua," sambungnya.
Diketahui saat ini sebanyak 25 pemain, dari beberapa daerah di Kaltim, yang memang sudah melalui seleksi ketat. Tetapi, para pemain tak bisa bersantai, pasaknya Asprov masih, memberlakukan promosi degradsi (promdeg).
"Masih tetap kami berlakukan, dan pelatih akan terus melihat perkembangan mereka, hanya saja memang kami belum tahu persis entry by name kapan. Yang jelas, mereka yang ada akan terus dilatih di Samarinda," bebernya.
Saat disinggung terkait dengan persaingan di PON, Yunus mengaku ada beberapa daerah, seperti Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar) dan tuan rumah Papua. "Mereka sudah cukup matang, karena sejak setahun lalu sudah menjalani TC dan bahkan melakukan uji coba," imbuhnya.
Untuk itu, Yunus berharap ada peran atau dukungan pemerintah maupun KONI Kaltim, dalam meninggkatkan kualitas pemain sepak bola PON Kaltim. "Kami akan membawa anak-anak ini ke Jawa, setelah itu ke Sulawesi, karena Sulawesi ini juga masuk dalam peserta, untuk melakukan uji coba. Setelah itu, kami duluan ke Papua," kata Yunus..
Penulis : Nancy
Editor : Aspian Nur