Ketua Umum Pengcab PTMSI Kukar, H Awang Sakti, mengatakan Kejurkab ini merupakan salah satu upaya pembinaan yang secara konsisten dilakukan oleh PTMSI. “Meskipun pandemi Covid-19, pembinaan harus tetap jalan. Sebelum Kejurkab ini upaya pembinaan dengan memberikan latihan secara terukur terus kami lakukan meskipun memang untuk intensitasnya sedikit berjarak untuk waktu latihannya, karena sedang Covid,” kata Awang Sakti kepada korankaltim.com, Jumat (23/10/2020).
Awang mengungkapkan, meskipun pandemi, seluruh atlet tenis meja tetap semangat berlatih karena dipersiapkan untuk memenuhi target pada Porprov 2022 di Berau mendatang.
“Pada Kejurkab ini kami mempertandingkan untuk empat kategori, kelas pemula, kelas kadet, kelas junior dan kelas senior. Diikuti 62 orang atlet terdiri dari sembilan kecamatan. Dengan sistem setengah kompetisi pada babak penyisihan dan sistem gugur pada babak selanjutnya,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Koni Kukar, Rahman, menyampaikan cabor tenis meja menjadi salah satu cabor andalan di Kukar. Gedung tenis meja yang dimiliki PTMSI Kukar sebagai representasi dukungan penuh pihak pemerintah Kabupaten kepada olahraga ini. “Tadi disebutkan gedung yang kita miliki ini adalah salah satu yang ‘wah’ dan hanya bisa dihitung hitungan jari yang ada di seluruh Indonesia. Artinya ketika sarana prasarana ini sudah memadai ya target emas pada Porprov 2022 di Berau nanti wajib tercapai,” ujarnya.
Maman sapaan akrabnya berharap kepada PTMSI Kukar agar bisa melakukan pembinaan di 18 Kecamatan se-Kukar. Jadi masih ada Sembilan kecamatan lagi yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) PTMSI Kukar dalam mencari dan mencetak bibit atlet yang ada di Kecamatan.
“Ini Sembilan kecamatan yang turut serta, jadi masih ada Sembilan kecamatan lagi yang masih menjadi PR PTMSI. Harapannya atlet tenis meja ini jangan hanya dari Kecamatan Tenggarong saja, tapi harus ada juga dari kecamatan lainnya,” harap Maman.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi